Jawa Timur perbatasan, ada apa aja ya???

Akhirnyaaa, setelah vacum beberapa bulan ngeblog… akhirnya timbul keinginan untuk sharing pengalaman bekerja sekaligus jalan”.

Hahhahaha…

Nah, perjalanan dimulai dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Aku diminta untuk survey di lokasi Jawa Timur perbatasan (ngawi, madiun dan kediri).

Saat denger kota itu, jujur bingung.

Lewat mana yaaa? Untung ada mbah google dengan bantuan gMapsnya.

Akhirnya buat track untuk ke ngawi dan madiun. Ternyata dalam sehari, aku menyetir selama 5 jam lebih plus 202 km.

Ternyata kota madiun cukup seru, ada makanan khas >> pecel yu gembrot dan makanan bluder (bluder cokro)

Makanan ini maknyus bener. Harga per tahun 2017 per pcsnya 8.500. Rasa maknyus dan harga masih ok lah.

Setelah mengkonsumsi makanan ringan ini, akhirnya pagi” menyantap soto yang keren. Soto ayam kondang di deket tempat jual bluder ini.

Ada yang unik di warung ini, soto yang ditawarkan bukan dalam bentuk mangkok namun piring. Rasa maknyus

Yang lebih keren, ketika ditawarin lauknya apa. Lah… soto kok pake lauk? Akhirnya iseng” tanya, emangnya ada apa aja? Dijawab, ada usus, sosis, dkk. Trus rasa penasaran bertambah dan tanya, emang sosis apa, dan akhirnya dijawab kalo sosisnya adalah sosis b2 (babi)

Hahhahaha…

Alhasil… akhirnya tergoda untuk mencoba dan menyantap.

Rasa maknyus untuk soto dan sosisnya. Harga masih acceptable lahh… hehhehe

Next, akhirnya berpindah tempat kunjungan. Dari kota madiun migrasi ke kota Kediri.

Membutuhkan waktu hampir sama 5 jam di jalan dengan jarak hanya 56 km. Perjalanan ditempuh melalui pesisir sawah. Perjalanan seru dan menyenangkan. Disini makanan yang patut di coba adalah sate bekecot. Tapi tempat yang mantep hanya di deket perkebunan nusantara desa djengkol.

Harga seporsi 10rb plus nasi

Rasa maknyusss…

Cocok buat yang suka penasaran ama makanan aneh”.

Hahahhaa… kripik bekecot juga maknyus loo…

Setelah itu, migrasi lagi ke kota lain di jawatimur yaitu Ponorogo

Dari kediri ke ponorogo melewati bukit” dan lereng” yang maknyus.

Waktu yang dihabiskan hampir 8 jam plus 145 km. Tapi pemandangan yang disajikan, keren banget.

Di ponorogo wajib mencicipi sate yang terkenal yaitu sate ayam tukri.

Sate ayam yang sudah dua kali d kunjungin oleh dua presiden (Pak SBY dan Jokowi). Secara rasa maknyus. Dan harga masih terjangkau meskipun terbilang mahal. Seporsi 36rb.

Setelah dari ponorogo dilanjutkan k semarang

Sepanjang 165km dilalui melalui wonogiri dan pematang sawah di perbatasan solo.

Akhirnya sampai rumah juga. Happy dan cape tentunya bercampur jadi satu.

Advertisements

Liburan Singkat @Cirebon

Mendengar kata Cirebon, pasti teringat akan Kota di Propinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan propinsi Jawa Tengah. Kota ini bisa ditempuh dengan dua moda transportasi, yaitu Mobil Pribadi / Bus (melalui Jalan Tol dari Tol Jakarta-Palimanan via Cikampek) cirebondan Kereta Api (semua kereta yang berangkat dari Jakarta (Jakarta kota, Gambir dan Pasar Senen) pasti melewati kota ini). Dengan adanya Jalan Tol tersebut, perjalanan menggunakan mobil dapat ditempuh 3 jam tanpa memperhatikan kondisi jalan, sedangkan menggunakan kereta api, rata-rata membutuhkan waktu 3.5 jam hingga tiba di stasiun besar cirebon.

Perjalanan kali ini, kami menggunakan kereta bisnis dari pasar senen pada sabtu pagi. Perjalanan kami menempuh 3.5 jam, sehingga kami tiba di kota Cirebon pukul 11.30. Sesampainya di cirebon, kami langsung order penyewaan motor yang dapat dicari di jejaring e-commerce (seperti kaskus maupun olx). Kami menyewa motor untuk 2 hari, jadi kami menghabiskan 140rb (kurang lebih) untuk sewa motor. Saran dari kami, sebaiknya book jauh jauh hari dari pada kehabisan. Hal ini disebabkan banyak orang jakarta yang memiliki waktu libur terbatas dan ingin menghabiskan waktu di kota kota lain di luar jakarta.

Setelah mendapatkan motor, kami langsung berwisata kuliner di dekat Stasiun Prujakan yaitu Gado-Gado Prunjak. dsc_0004Gado-Gado ini merupakan Gado-gado siram khas Cirebon yang patut untuk di coba. Untuk harga, masih terhitung murah (Paket Gado-Gado, Peyek Udang dan Es Teh kurang dari 25rb). Makanan ini beda jika kita bandingkan dengan Gado-Gado di daerah yogya atau jawaΒ  tengah yang cenderung manis. Jika butuh panduan, teman-teman dapat mencari one way menuju Stasiun Prunjakan Cirebon.
Ini jalan didepan Plang nama Stasiun kok.. Posisi ada di kanan jalan. Orang-orang sekitar pasti tau kalau kita sebut >> Gado-Gado Prunjakan. Selamat mencari dan mencoba.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Kuningan dengan naik motor. Kami berdua (saya dan Bowo) bukan orang Cirebon. Kami orang Jawa Tengah asli..hahahah.. jadi ketika diajak ngomong bahasa Sunda, kami berdua bingung.. apa yang harus kami jawab πŸ˜›

Akhirnya kami menetapkan pilihan ke museum LingarJati di Kuningan. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1.5 jam dari tempat kami sebelumnya.dsc_0026 Overall, tempat ini patut dikunjungin. Ini menambah ilmu kami mengenai perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kita tercinta ini. Di tempat ini, muncullah perjanjian LinggarJati yang menjadi cikalbakal Indonesia. Tempat ini masih sangat terawat dan benar-benar asri. Kami hanya membawar dibawah 5rb untuk masuk kedalam bangunan tersebut. Dan Ternyata, banyak anak anak muda yang tertarik untuk melihat saksi bisu akan perjuangan para pahlawan di kabupaten kuningan ini.

Setelah puas berjalan-jalan di kabupaten kuningan, kami akhirnya kembali ke kota Cirebon dan akhirnya kami dsc_0076mengexplore pelabuhan di Cirebon dan berphoto-photo. Namun Spot Photo disini terbatas dikarenakan ini bukan seperti Pantai pada umunya.. Ini pelabuhan brooo.. Akhirnya kami menghabiskan waktu 2 jam untuk mendapatkan photo-photo bagus di sini.

Setelah dari pelabuhan, kami mencari penginapan di dekat balaikota Cirebon. Saran, untuk penginapan carilah Guest house karena harganya murah dibandingkan menginap di hotel berbintang. hehhehe… Backpackeur amat lahh.. Jadi hemat.. hahahha.. Setelah selesai istirahat, kami mencari makan malam yang menjadi khas di Kota Cirebon yaitu Nasi Jamblang. Makanan ini banyak rekomendasinya.. Yang kami coba adalah Nasi Jamblang Otoy di jalan Dr. Cipto di belakang Mal-Mal baru di Cirebon. Disini nasi pesan order sesuai dengan kebutuhan, biasanya di daerah lain hanya mengenal 1 porsi atau setengah porsi, kalau disini nasinya mau berapa sendok…hhahaha… karena kita lapar, kita minta dua sendok. Uniknya, piring kami bukan piring biasa namun beralaskan daun jati. Lauk yang disediakan beragam, serasa makan di warteg.hhahaha.. setelah itu kami bermain di masjid agung cirebon di dekat balaikota cirebon.. Di malam minggu, wilayah ini sungguh ramai dan dipadati oleh anak-anak muda dan keluarga.

Keesokan harinya, kami melanjutkan wisata kami menuju Kraton-Kraton yang ada di Cirebon serta mencari makan Empal Gentong yang terkenal di Cirebon.Β  Setelah jam 1, kami memutuskan untuk kembali ke Stasiun Besar Cirebon untuk berangkat menuju Jakarta. Dan perjalan kami ke Cirebon berakhir. Total biaya perjalanan termasuk kereta kurang dari 500rb per orang. hehhehe..

Berikut hasil video dari Bowo mengenai perjalanan kami di Cirebon. >> Cirebon Berintan

 

Cara menghabiskan WeekEnd yang terbatas

Halo semua..
Akhirnya hari ini berkesempatan menikmati liburan weekend dengan cara yang berbeda.
Dimulai dari impulsif yang tinggi dari kami bertiga (Tyas, Dito dan tentunya aku sendiri), akhirnya diputuskan untuk menghabiskan weekEnd minggu ini dengan jalan-jalan ke Kota Bogor.
Mungkin bagi kebanyakan orang Jakarta, jalan-jalan ke Bogor adalah hal yang biasa.
Oleh karena itu, kita ingin mencoba dengan hal yang tidak biasa.
Bagaimana caranya?
Tentunya dengan ala backpacker yang budget nya terbatas.heheh…

Dimulai dengan berangkat menggunakan transportasi andalan Kota Jakarta, TransJakarta.
Kami hanya membutuhkan 3.500 dari area Kelapa Gading menuju Stasiun Juanda.Sebelum tiba ke Stasiun, kami membayangkan bahwa stasiun KRL merupakan stasiun kelas dua.
Dan pastinya, jauh dari kata layak.

Namun, bayangan kami langsung berubah setelah kami tiba di area pembelian tiket di pintu utara.
Kami diminta untuk membeli Tiket Harian BerJaminan (THB).
Tarif KRL Per 25 km adalah 2.000
Per 10 Km 1.000
Karena kami dari Jakarta-Bogor, Kami membutuhkan 5.000 per orang untuk sampai ke Stasiun Besar Bogor.
Namun, karena kami menggunakan Tiket Harian, kami harus menjaminkan 10.000 per tiket.
Mengapa? Karena kartu ini adalah kartu RFID yang cukup bagus dan orang cenderung untuk tidak mengembalikannya.
Jadi ada konsekuensi yang harus di tanggungΒ  jika kartu ini tidak di kembalikan.
Tapi kalau dikembalikan dengan syarat dan ketentuan, 10.000 uang kita akan dikembalikan kok πŸ™‚

IMG_0146Tiket Harian Berjaminan (THB)

IMG_0150Papan Petunjuk untuk Masuk ke Peron.

IMG_0142Petunjuk arah di Pintu Utara Lantai Dasar

IMG_0135Gate utama memasuki area peron

IMG_0136Petunjuk Peron 1 dan Peron 2

IMG_0138Akses Jalan menuju Peron 2

IMG_0143Tempat Menunggu Kereta di Peron 2

Perjalanan Menuju Bogor membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (tergantung lama kereta berhenti di setiap stasiun)

IMG_0144Indoor KRL Jakarta – Bogor

Kami berangkat dari Stasiun Juanda pukul 08.00 dan tiba di Stasiun Besar Bogor pukul 09.15.
Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Bogor πŸ˜›
Secara penampilan fisik, stasiun ini sangat modern namun masih ada bagian2 tertentu yang sedang diperbaiki.
Sehingga cukup mengganggu pengguna jasa kereta api dalam mengakses pintu masuk dan keluar.

IMG_0172Stasiun Besar Bogor

Tujuan Utama dan pertama di Kota Bogor adalah melakukan ibadah (Misa Hari Minggu) di Gereja Keuskupan Bogor.
Kami hanya membutuhkan waktu 10 menit (kurang) dari stasiun ke Gereja tersebut.
Untuk jadwal misa, dapat anda cari di website resmi Gereja Katedral.

IMG_0147Tujuan Utama di Bogor

Ternyata, gereja katedral ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan gereja katedral lainnya di Indonesia.
Gereja ini didominasi dengan warna putih dan berada di jantung kota bogor.
Hanya beberapa menit dari DPRD Kota Bogor, Istana Presiden Kota Bogor dan Kebun Raya Bogor.
Sehingga lalu lintas di depan gereja cukup padat.

IMG_0177Gereja Katedral Bogor

IMG_0155Indoor Gereja Katedral

IMG_0157
Photo Panoramic Gereja Katedral Bogor

IMG_0158
Main Gate Gereja Katedral

Setelah Ibadah Mingguan, kami melanjutkan wisata kuliner kami ke daerah Surya Kencana dengan menggunakan Angkutan Kota Nomor 02 (Warna Hijau). Dari depan Gereja Katedral menuju tempat tersebut hanya di perlukan 10-15 menit dengan biaya 4.000 per orang.
Setelah memasuki kawasan kuliner tersebut, kita disajikan beraneka ragam makanan. Bagi Non muslim, inilah surga makanan. Bagi yang muslim, harus cermat membaca apakah makanan tersebut Halal atau Haram.

IMG_0166Jajanan Pepes + Otak2 Surya Kencana

IMG_0165Soto Mie Agih -HARAM-

IMG_0167Soto Mie Khas SukaBumi

IMG_0160
Penampakan Soto Mie Agih

IMG_0173
Soto Mie Campur (Babat + Daging) Agih

Harga Soto Mie Campur Agih Rp 34.000 per porsi, sedangkan untuk Soto Mie Daging / Iga Rp 37.000 per porsi.

IMG_0174Nasi Campur Agih

Harga Nasi Campur Agih Rp 37.000 per porsi.

Setelah perut kenyang, kami memulai perjalanan menuju Kebun Raya Bogor (rencananya), namun dikarenakan perut kekenyangan kami mengurungkan niat berjalan kaki dar Surya Kencana menuju lokasi tersebut. Akhirnya, kami menggunakan angkutan kota dengan nomor trayek yang sama dengan sebelumnya yaitu 02 (Warna Hijau). Namun, kali ini kita membutuhkan extra waktu (kurang lebih 30 menit) di angkot dikarenakan kota bogor memiliki banyak sekali angkot yang sering ngetime di pinggir jalan =.=’ .
Tapi overall seru lah…
Nah, disini kita menghabiskan biaya yang lebih mahal dari sebelumnya.
Per orang wajib membayar 5.000.

Setelah itu, kami mengurungkan niat ke Kebun Raya Bogor dan memutuskan untuk berphoto-photo ria di Stasiun Besar Bogor dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Biaya yang kami keluarkan untuk perjalanan pulang sama dengan perjalanan berangkat, yaitu 5.000 untuk Kereta dan 3.500 untuk TransJakarta.

IMG_0171Selfi di depan Stasiun Besar Bogor

Total biaya jalan-jalan hari ini kurang dari 100.000 (tergantung dari apa yang kami makan selama di bogor).
Ternyata menikmati liburan bisa dengan cara-cara backpacker yang murah, mudah dan hemat.
Thank you buat liburan kali ini teman2… Mas Bene dan Mba Kecik…hahhaha…

Wisata alam ke DIY (Yogyakarta) ala backpacker

Setelah vacuum hampir 3 bulan, akhirnya aku berkesempatan berjalan-jalan lagi… Kali ini aku akan mengexplore kota yogyakarta. Mungkin bagi sebagian orang Indonesia,khususnya Kota Semarang, Yogyakarta adalah kota yang sudah biasa untuk di explore. Tapi, kali ini aku dan beberapa teman (sebut saja namanya Bowo, Dito, Mba Inge, Angel, Kevin dan Ricky) berkesempatan untuk menikmati yogya dengan cara kita sendiri. Seperti apa? Sabaar yaaa…. baca aja artikel ini πŸ˜›

Yogyakarta adalah sebuah ibukota propinsi dari Daerah Istimewaan Yogyakarta. Yogyakarta memiliki satu bandara yaitu bandara adi sucipto yang terintegrasi dengan jalur kereta dan bus (trans joglo). TanggalΒ  29 Oktober 2015 yang lalu, kami bertujuh menggunakan pesawat airAsia berangkat pukul 06.00 dari Soekarno Hatta Airport menuju ke Adi Sucipto Airport. Kami hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam untuk menempuh perjalanan tersebut. Jam menunjukan pukul 07.00 WIB, kami memulai kegiatan exploring yogyakarta pertama kali dengan menggunakan tras yogya dengan membayar 3.600 per orang. Kami menggunakan route 3A (dari bandara ke condongcatur)–> 2A ( dari condongcatur ke terminal jombor)–> 2A (dari terminal jombor ke dekat hotel tenrem).
trans jogja bandaraSetelah tiba di hotel, kami menyimpan barang-barang kami dan menunggu motor sewaan. Dan touring kami dimulai.
maps perjalananMulai dari pusat Kota Yogyakarta (tepatnya Tugu Yogyakarta) kita bertuju menggunakan 4 motor memulai aktivitasΒ  touring menuju Pantai Siung di kawasan Gunung Kidul. Kita memulai perjalanan pukul 09.30 WIB dengan jarakΒ  perjalanan sejauh 80 km dan waktu selama kurang lebih 2 jam untuk mencapai tempat tersebut. Sebelum sampai, kita diwajibkan membayar biaya retribusi sebesar 5.000 per orang. Karena kami ber 7, jadi kami mengeluarkan uang sebanyak 35.000 untuk dapat menikmati 3 pantai sekaligus (Siung, Jogan dan nglambor). Tiba di pantai kurang lebih pukul 11.30 WIB, kami wajib memarkirkan kendaraan kami di tempat yang telah di sediakan (dan tentunya siap-siap untuk membayar biaya parkir tersebut).
IMG_4181Tanpa kami sadari, kami menghabiskan waktu kurang lebihΒ  45 menit di pantai tersebut dengan terik matahari yang maksimal (jam 12 tepat gitu main dipantai =.=’ ). Dan kami terus bernarsis ria karena akhirnya kami dapat menikmati suasana yang benar-benar rileks.IMG_4224Setelah puas di pantai ini,kami melanjutkan perjalanan menuju pantai berikutnya yaitu pantai nglambor. Hanya di butuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mencapai pantai tersebut. Di pantai ini, wisatawan dapat bersnorkeling ria di bibir pantai dengan harga 35 ribu rupiah per orang. BTW, untuk mencapai pantai ini, diperlukan cukup kerja keras dalam mengendarai motor. Why? Karena jalan yang akan kita lewati ‘belum’ selesai di aspal. Jadi jangan heran kalau tetiba badan kita cukup pegal-pegal..hahahha…IMG_4318Pantai selanjutnya adalah pantai Jogan. Pantai ini memiliki fenomena yang menarik. Kenapa? karena di pantai ini, jika sedang mengalami pasang,Β  air laut akan nampak seperti air terjun yang mengalir ke laut. Namun karena saat kami datang adalah waktu surut, jadi kami tidak dapat melihat fenomena alam tersebut. Tapi alam selalu menawarkan pemandangan lain bagi orang yang sudah bekerja keras. Kita ber 7 berkesempatan main di bawah air terjun (pelataran pantai). Dan ternyata tidak kalah menariknya.
IMG_4344Kami dapat melihat batu-batu terjal yang ada di pantai ini dan akhirnya tetap… Narsis Mode ON.
IMG_4351Karena badan sudah mulai lelah dan belum makan siang, akhiirnya kami semua sepakat untuk mencari makan siang. Namun, kami hanya mendapat informasi dari kawan di jakarta yang berkata : “di salah satu pantai yang akan kalian kunjungi, ada tempat pelelangan ikan yang harganya murah banget dan rasanya enak”. Karena kami sudah cukup kelaparan, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan ke pantai drini dan pulang ke kota yogyakarta.

Sewaktu perjalanan, ternyata kami melihat warung yang menjual banyak gorengan. Akhirnya kita berhenti dan memakan banyak sekali gorengan… hahahha…sekali-sekali makan gorengan nga papa lah, mumpung gorengna cuma 500 rupiah..

Setelah cukup mengisi bahan bakar, akhirnya kita melanjutkan ke pantai drini dengan jarak kurang lebih 50km dari pantai jogan. Karena jalan yang kita lalui sungguh bagus (jakarta aja kalah bagusnya), jadi perjalanan 50km cuma ditempuh kurang lebih 30-40 menit.
Dan ternyata, perkataan teman terbukti, kami mendapati Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pantai ini dan kami dapat memesan untuk di masakkan.Β  Kami makan 7 ekor ikan kakap merah bakar (baru di tangkap) dan 1/2 ekor cumi goreng tepung plus nasi satu tempat dan air putih. Kami hanya mengeluarkan 100.000 rupiah. Luar biasa murah dan nikmatnya makan kita.

Setelah kenyang dan lelah, kami memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta dan beristirahat.

Demikian cerita kegilaan kami di kota gudeg… Mungkin bagi beberapa orang, hal ini kurang menarik. Tapi bagi kami, ini adalah cara lain untuk menikmati alam indonesia yang kaya akan keanekaragaman.
Thank You πŸ™‚

Wisata Alam (Bali) Ala Backpackeur versi Ocep

Dear all,

Lama tak bersuara… Setelah sekian lama berkutat ama kesibukan, akhirnya aku dapat kesempatan buat berbagi cerita lagi. Kali ini, aku mau berbagi pengalamanku di Bali ala Backpackeur yang aku lakuin dari tanggal 13 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2015.

Bermulai dengan perjalanan menggunakan Bus DAMRI di tanggal 13 Agustus 2015 dari terminal Rawamangun pukul 17.30, aku melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Bermodal secarik kertas dari sang maskapai berwarna merah, akhirnya aku melanjutkan perjalanan ke Bali, Denpasar pukul 21.30 WIB. Setelah waktu boarding, akhirnya kita diperbolehkan masuk ke dalam pesawat tersebut dan bersiap untuk berangkat ke Bali… Horeeeeyyy… Time to Holiday 😁  Ga seru kalau ceritanya sampai Bali langsung di jemput orang trus masuk hotel. Aku dan teman seperjalanan (sebut saja Kevin) memutuskan untuk meyewa MOTOR untuk mengexplore pulau dewata dengan lebih detail. TAPI, motor baru bisa dikirim jam 5an waktu Bali di tanggal 14 Agustus 2015, sedangkan kita sampai pukul 01.00 waktu bali. Nah, sisa 4 jam mau ngapain coba? Alhasil, kita nongkrong 30-45 menit di indo*ar*t sambil minum kopi 😁.

Setelah badan agak segar, kita melanjutkan perjalanan ke McD Bandara I Gusti Ngurah Rai, konon katanya ada di dalam area bandara (menurut si mbah Google). Kita berjalan dari toko yang berada di area kedatangan domestik sampai ke keberangkatan international. Dan akhirnya, disimpulkan tidak ada alias data google salah πŸ˜‘ Kita bertanya” ama bli bli di sekitar bandara, mereka berkata: “McD tidak ada d sini… Adanya di Kuta” karena penasaran dan sudah janjian ama agan penyewa motor, akhirnya kita jalan kaki dari bandara ke kute yang notabene berjarak kurang lebih 2.5km. Kita menghabiskan waktu kurang lebih 30-45 menit untuk menuju lokasi. Setelah tina, kita langsung pesan makanan dan makan plus beristirahat terlebih dahulu sambil menunggu kiriman motor.   Setelah motor datang (kira-kira pukul 05.45) dan dikarenakan waktu check in pukul 14.00, kami memutuskan untuk langsung menuju Pantai Sanur. Kami hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit dari McD kuta untuk mencapai pantai tersebut. Dan akhirnya, kami tiba di dua pantai di Sanur. Horeee… Akhirnya ketemu pantai 😁   Kita akhirnya bermain sampai matahari sudah menunjukan giginya πŸ˜‚. Kira-kira pukul 07.30 kami memutuskan untuk ke Kuta dan menitipkan tas ransel bawaan kami ke pihak Hotel Berry. Perjalanan dari Sanur – Kuta membutuhkan waktu selama 30 menit. 

Setelah proses penitipan barang, kami berdua memutuskan untuk melanjutkan penjelajahan bali dimulai dengan sarapan babi πŸ˜†. Kata orang” babi guling Pak Malen salah satu babi yang terkenal. Akhirnya kita memberanikan diri untuk mencoba dan merasakan keenakan babi tersebut. Lokasi nga terlalu susah ditemukan. Search aja di google. Dan ternyata, babi ini layak mendapatkan predikat ENAK. Tapi harganya cukup mahal, Rp. 40.000
Setelah membabi buta makan babi guling, kami melanjutkan perjalanan menuju ujung selatan Bali yaitu Uluwatu.

Dimulai dari Tegal Wangi Beach, Balangan Beach dan Padang-Padang Beach. Lokasi pantai ini layak untuk dikunjungi karena jarang dikunjungi wisata baik lokal maupun mancanegara (kecuali padang-padang beach)

  Photo Pantai Tegal Wangi,Uluwatu, Bali dari samping Pura Segara  Pemandangan Pantai Tegal Wangi, Uluwatu,Bali dari bibir pantai.

  Photo Pantai Balangan,Uluwatu, Bali.   Photo Pantai Padang-Padang, Uluwatu, Bali

Pantai terakhir ini, wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan dibebani biaya masuk sebesar 2.000 rupiah.

Setelah puas dengan penandangan pantai di tanggal 14, kami melanjutkan ke Uluwatu Temple dan melihat pemandangan alam disekitar Pure. Biaya masuk motor hanya 1.000 rupiah.
 Di Pura ini,kita dapat menyaksikan pertunjukan traditional berupa tari kecak. Tetapi, kita harus merogoh kocek sebesar 100.000 per orang.

 Pertunjukan tari ini dimulai pukul 18.00. Durasi acara 1 jam. Jadi, bagi yang menggunakan motor jangan lupa untuk prepare menghadapi suasana jalan yang gelap gulita. 

Setelah selesai acara, kita kembali ke penginapan di kuta melewati tol khusus motor di atas laut. Tarif tol untuk motor sebesar 4.000 rupiah. Tapi ok juga, pegalaman berpacu di atas 80km/jam d atas laut jarang bisa di dapat di tempat lain. 

Oh ya, karena kita belum makan malam, akhirnya kita memutuskan makan Babi di Wahaha, kuta sebelum balik ke Hotel.  Tapi kalau mau menu andalan di resto ini, kita harus merogoh kocek cukup dalam sebesar 160.000 (exclude tax). Mahal tapi ok kok buat rasanya.

Nah… Akhirnya perjalanan tanggal 14 berakhir dan kita bersitirahat di penginapan.

Sabtu, 15 Agustus 2015
Diawali dengan kelaparan dipagi hari, akhirnya kita melancong makan pagi di denpasar, Bali. Kita mencari makanan khas di daerah itu. Finally, kita menemukan nasi babi guling sariastri di jalan Wr. Supratman nomor 75. 

  Untuk masalah harga, secara subjektif, kita lebih suka ini dibandingkan Pak Malen. Makanan ini hanya merogoh kocek sekitar 20.000. Dan rasanya, hmmm… Nyamiii banget πŸ‘πŸ»  

  
Setelah kenyang, kita melanjutkan perjalanan menuju Uluwatu. Di hari sabtu, jadwal kita relative lebih sedikit karena kita ingin lebih menikmati air di ujung selatannya bali 😁

Goes to Uluwatu Selatan… Objek pertama adalah pantai Green Bowl, Nyang-Nyang dan Finn Club.   Photo Pantai Green Bowl. Pantai ini memiliki keunggulan di sisi air. air lautnya benar” bersih dan turis lokal maupun mancanegara sangat jarang 😁. Cocok dengan pecinta private beach.

      Pencahayaan yang OK buat photo” ala ala pertapa😁    Photo Pantai Pandawa. Pantai pandawa ini mewajibkan turis untuk membayar tiket masuk sekitar 10.000 rupiah. Pantai ini sangat banyak d kunjungi oleh para turis lokal. Jadi, kalau mau private beach bukan ini yang dikunjungi bro bro. Tapi, kalau mau lebih seru, jalan ke arah berlawanan dengan parkiran Motor dan bus.  Sisi lain pantai pandawa. Ternyata spot ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan spot” lain di pantai ini.  Kita berdua berpikir, kenapa kok bisa banyak batu karang dipantai ini ya… Setelah kita pikir dan renungkan, ternyata hal ini dikarenakan posisi kita tidak di posisi semestinya kita berada. Hahahha… Kita ada di laut.IMG_2075-1Nah,setelah dari pantai pandawa, kita melanjutkan perjalanan kita menuju Pantai kedua, yaitu pantai Nyang-Nyang. Akses menuju pantai ini sangat membutuhkan kerja keras yang sangat besar dan niat yang setara. Why? Karena kita dituntut untuk dapat mengendarai motor secara profesional serta badan yang fit. Jalan menuju ke parkiran motor sangat hancur.Berikut merupakan salah satu contoh jalan yang kita lalui untuk menuju ke pantai.   Setelah itu, perjuangan belum usai. Kita membutuhkan kerja keras untuk menuruni anak tangga sebanyak 510. Dan akhirnya kita dapat melihat pantai nyang” yang tersohor akan keindahan pantai dan airnya. Disini sangat bagus dan private beach. Dijamin nga menyesal setelah sampai bawah. Tapi ingat, pulang, kita butuh tenaga extra buat naikin 510 anak tangga plus melewati jalan yang mantap sekali.   Setelah selesai, kita melanjutkan perjalanan menuju Finn Club. Disini kita dapat masuk ke private beach yang benar” premium. Tapi jangan ditanya berapa ribu tiket masuknya, karena kita dipaksa membayar 250.000 rupiah per orang untuk masuk k kawasan ini. Tapi kita mendapatkan free voucher sebesar 150.000 per orang. 

Pemandangan lumayan tapi dibandingkan dengan tiket masuknya, menurut kita kurang worthed sih.     

Setelah ke Finn Club, akhirnya kita melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan dan mencari makan malam di Kuta. Akhirnya kita menemukan Babi Depot Gimbo masakan khas NTT.

Kita melihat buku menu dan melihat harga makanan di depot ini sungguh termasuk budget kita. Rata-rata sekitar 30 -40 ribu rupiah. Rasa sangat cocok bagi kita orang Indonesia pada umumnya. Akhirnya kita memutuskan untuk memilih dua menu makanan,yaitu babi asap dan nasi goreng babi asap.   Photo masakan Babi asap ala depot Gimbo. Rasa maknyus. Harga 30.000 rupiah.

 Photo masakan Nasi Goreng Babi asap ala depot Gimbo. Rasa maknyus. Harga 35.000 rupiah.

Minggu, 16 Agustus 2015

Kita memutuskan untuk merayakan misa minggu di gereja tersohor di Denpasar. Apa itu? Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. 

 Pertama kali tiba, kita cuma dapat berkata WAW. Keren sekali…  

 Setelah memasuki gerejanya, kita tidak berhenti bahagia melihat pemandangan altar dan sekitarnya yang begitu keren dan sakral πŸ™‚

Thank for reading my blog ☺️ Semoga keindahan alam indonesia semakin keren dan mantap πŸ‘πŸ» #BanggaSamaIndonesia #RI70 #WisataAlamIndonesia #WisataBali

  
 
 

Palembang… City of “cuko” food

Palembang, city of “cuko” food? What the hell??
Mungkin banyak orang yang bingung, apa itu “cuko”? “Cuko” adalah bahasa palembang untuk bahan makanan yang bernama cuka.
Orang di palembang sangat gemar makan makanan yang mengandung cuko. Cuko bisa diibaratkan seperti makanan manis yang ada di kota yogya πŸ™‚
Karena daerah Riau terkena musibah ASAP, akhirnya pesawatnya di delay 3.5 jam 😦
Perjalanan ke kota Cuko ditempuh kurang lebih 1 jam dengan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta.
20130720-203025.jpg
Gambar Pemandangan selama di pesawat.
Meskipun di delay, kita mendapatkan hadiah pemandangan yang cukup OK. 😁
Jadi sedih d delay masih bisa terobati.
Just saran: Jangan sekali kali naik pesawat di paling belakang, nga enak banget.
Pas take off maupun landing kerasa banget. =.=”
20130720-203037.jpg
Gambar Kumpulan awan yang menemani perjalan ke Palembang
Awan-awan yang menemani di jalan baguss ☺ ditambah cuaca yang cerah jadi semakin mantab.
Dan ditambah lagi, kaca pesawat yang cukup bersih untuk melihat awan sekitar.
20130720-203059.jpg
Gambar Papan Nama Sultan Mahmud Badaruddin II
Kesan pertama kali mendarat, wawww bandara ke 3 di sumatera (Pekanbaru dan Batam) yang saya kunjungi dan bandaranya lbh OK dari terminal 1&2 SoeHatta πŸ˜…
Kok bisa ya? Pusat negara malah kalah ama daerah lain?
Mari kita lihat penampakan di dalam gedungnya.
20130720-203129.jpg
Gambar Patung selamat datang
Setelah masuk gedung dan melangksh semakin dalam, kita akan disambut dengan Patung Selamat datang ☺
Patung ini cukup unik karena mirip hewan tapi berdiri layaknya manusia dan menggunskan baju adat orang Palembang πŸ™‚
20130720-203153.jpg
Gambar Papan Nama di AirPort Cuko City
Setelah puas melihat Patung itu, saya melihat ternyata papan “selamat datang” tidak di sisi luar saja. Di dalam gedung terdapat “welcome to”.. Dan cukup elegan dengan diposisikan di samping Patung tersebut 😁
Jadi lebih terkesan (di jakarta mana ada patung plus papan selamat datang dalam gedung πŸ˜…).
20130720-203211.jpg
Gambar Gulai Patin siap di santap
Karena nga bawa koper dkk yang perlu masuk bagasi pesawat,saya bisa dengan cepat keluar ke pintu kedatangan. Setelah itu langsung beranjak untuk mencoba kuliner di kota ini.
Pertama-tama, makan siang di Sri Melayu yaitu Gulai Patin dengan tata cara makanan padang. Pertama bingun, kok ikan patin dimasukin kedalam kompor kecil kecil.
Ternyata biar saat kita ambil kuah sendok demi sendok tetap terjamin kualitas panas nya πŸ™‚
Jadi semakin laziz. Patutlah dicoba.
Untuk urusan harga, ya begitu lah.
20130720-203219.jpg
Gambar Krupuk (kemplang) orang Palembang
Setelah puas menyantap gulai,dilanjutksn dengan ngemil krupuknya orang palembang.
Tapi kalau kemplang di toko toko pasti rasanya hampir mirip-mirip jadi diputuskan beli kemplang di pinggir jalan yang dijual olah penduduk lokal dengan cara di bakar terlebih dahulu.
Sensasi rasanya lebih yahud. Karena lebih besar dan tanpa bahan pengawet (cara tradisional)
20130720-203236.jpg
Gambar Gelora Sriwijaya
Setelah kita ngemil ngemil, mari kita lihat dan nikmati pemandangan di area gedung olahraga kebanggaan orang Palembang. Gelora Sriwijaya merupakan salah satu Gedung Olahraga yang beberapa tahun yang lalu digunakan untuk pertandingan SeaGames yang diadakan di Indonesia.
Jadi, gedung olah raga in benar benar menjadi magnet tersendiri bagi para backpacker seperti saya ini 😁
20130720-203322.jpg
Gambar Jakabaring Aquatic Stadium
Selain stadion sepak bola, disini jugs terdapat kolam renang yang jug digunakan untuk lomba sea games. Jadi, standart kolam renang disini adalah standart international.
Dan sebenarnya komplek ini hanya dibuka saat ada pertandingan saja, sisanya hanya untuk latihan para atlit lokal maupun nasional.
20130720-203306.jpg
Gambar Jakabaring Aquatic Stadium dari sisi penonton
Untuk dapat masuk ke area penonton, hanya dapat dilakukan dengan membayar saat adanya pertandingan. Namun kalau mau nekat seperti saya, masuk lah dari pintu pintu yang terbuka 😁
Semua itu boleh asal nga ketahuan (hushhh… Jangan ditiru ya).
Tapi sekali sekali bole lah. πŸ™‚
20130720-203314.jpg
Gambar Jakabaring Aquatic Stadium dari sisi juri
Melihat kolam renang dari dekat sungguh waww… Ternyata bangsa kita mampu buat looo…
Sekarang pertanyaannya, mampu jaga atau nga?
Kalau mampu, baru deh lebih membanggakan. Kalau nga?
Hehhe… No comment lah…
20130720-203334.jpg
Gambar Empek empek vico
Setelah berputar putar, saatnya makan makanan khasnya.
Dimulai dari Empek Empek Vico yang belum ada dua nya di Jakarta πŸ˜…
Rasa ikan tenggirinya,hmmmm…
Mak nyusss kata pak bondan.
Sayang kita nga bsa makan empek-empek ikan belida. 😭
Ikan ini udah mulai susah ditemukan.
20130720-204039.jpg
Gambar Warung Apung
Setelah makan empek-empek dan minum cukonya, kita jalan jalan ke daerah benteng kota palembang, disini adalah spot terbagus untuk mengabadikan jembatan ampera.
Sebelum tiba d spot terebut, kita akan melihat warung apung di sungai musi (konon ikan belida hanya dapat hidup disungai ini,tapi sungainya mulai tercemar 😦 )
20130720-204030.jpg
Gambar Jembatan Ampera warna Merah
Setelah tiba di spotnya, kita langsung menyiapkan kamera yang kita bawa masing masing dan mulai mengabadikan jembatan kebanggaan warga musi ini. Warna jembatan ini dapat berubah rubah setiap beberapa menit sekali.
Jadi, kalau iseng tungguin aja warnanya ampe muncul semua.., wkwkwk..
20130720-204050.jpg
Gambar Jembatan Ampera warna Pink
Karena penasaran,akhirnya saya dapat 2 warna: merah dan pink πŸ™‚
Sekali lagi merasa kagum ama kota ini, tapi pertanyaannya sama dengan stadion jakabaring. Mampukah warga disini untuk menjaganya?
20130720-204100.jpg
Gambar Lenggang Bakar
Setelah sibuk dengan photo photo, saatnya perut di top up dengan makanan khas lainnya.
Apakah itu? Lenggang bakar.
Loh, lenggang kan merupakan satu kesatuan dari empek-empek?
Yup, betul sekali. Tapi kalo lenggang bakar beda.
Lenggang ini di olesin dengan telur bebek dan dibakar diatas perapihan dan cara makannya di celup dengan cuko pastinya.
Ini dapat di cari di depan kantor walikota Palembang πŸ™‚
Gampang kok carinya, sebrangnya persis.
20130720-204110.jpg
Gambar Sebelum meninggalkan Cuko City
Setelah puas makan (aslinya belum, karena belum rasain empek-empek kulit, martabak har ama kue cane) kita memutuskan untuk kembali ke jakarta dan memulai aktivitas seperti semula.
20130720-204120.jpg
Gambar Patung SoeHatta di Jakarta
Setelah sampai di jakarta, akhirnya kita menemukan patung yang mengucapkan selamat datang ke kita meskipu. Itu tersembunyi. πŸ˜…