Jawa Timur perbatasan, ada apa aja ya???

Akhirnyaaa, setelah vacum beberapa bulan ngeblog… akhirnya timbul keinginan untuk sharing pengalaman bekerja sekaligus jalan”.

Hahhahaha…

Nah, perjalanan dimulai dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Aku diminta untuk survey di lokasi Jawa Timur perbatasan (ngawi, madiun dan kediri).

Saat denger kota itu, jujur bingung.

Lewat mana yaaa? Untung ada mbah google dengan bantuan gMapsnya.

Akhirnya buat track untuk ke ngawi dan madiun. Ternyata dalam sehari, aku menyetir selama 5 jam lebih plus 202 km.

Ternyata kota madiun cukup seru, ada makanan khas >> pecel yu gembrot dan makanan bluder (bluder cokro)

Makanan ini maknyus bener. Harga per tahun 2017 per pcsnya 8.500. Rasa maknyus dan harga masih ok lah.

Setelah mengkonsumsi makanan ringan ini, akhirnya pagi” menyantap soto yang keren. Soto ayam kondang di deket tempat jual bluder ini.

Ada yang unik di warung ini, soto yang ditawarkan bukan dalam bentuk mangkok namun piring. Rasa maknyus

Yang lebih keren, ketika ditawarin lauknya apa. Lah… soto kok pake lauk? Akhirnya iseng” tanya, emangnya ada apa aja? Dijawab, ada usus, sosis, dkk. Trus rasa penasaran bertambah dan tanya, emang sosis apa, dan akhirnya dijawab kalo sosisnya adalah sosis b2 (babi)

Hahhahaha…

Alhasil… akhirnya tergoda untuk mencoba dan menyantap.

Rasa maknyus untuk soto dan sosisnya. Harga masih acceptable lahh… hehhehe

Next, akhirnya berpindah tempat kunjungan. Dari kota madiun migrasi ke kota Kediri.

Membutuhkan waktu hampir sama 5 jam di jalan dengan jarak hanya 56 km. Perjalanan ditempuh melalui pesisir sawah. Perjalanan seru dan menyenangkan. Disini makanan yang patut di coba adalah sate bekecot. Tapi tempat yang mantep hanya di deket perkebunan nusantara desa djengkol.

Harga seporsi 10rb plus nasi

Rasa maknyusss…

Cocok buat yang suka penasaran ama makanan aneh”.

Hahahhaa… kripik bekecot juga maknyus loo…

Setelah itu, migrasi lagi ke kota lain di jawatimur yaitu Ponorogo

Dari kediri ke ponorogo melewati bukit” dan lereng” yang maknyus.

Waktu yang dihabiskan hampir 8 jam plus 145 km. Tapi pemandangan yang disajikan, keren banget.

Di ponorogo wajib mencicipi sate yang terkenal yaitu sate ayam tukri.

Sate ayam yang sudah dua kali d kunjungin oleh dua presiden (Pak SBY dan Jokowi). Secara rasa maknyus. Dan harga masih terjangkau meskipun terbilang mahal. Seporsi 36rb.

Setelah dari ponorogo dilanjutkan k semarang

Sepanjang 165km dilalui melalui wonogiri dan pematang sawah di perbatasan solo.

Akhirnya sampai rumah juga. Happy dan cape tentunya bercampur jadi satu.

Advertisements

Liburan Singkat @Cirebon

Mendengar kata Cirebon, pasti teringat akan Kota di Propinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan propinsi Jawa Tengah. Kota ini bisa ditempuh dengan dua moda transportasi, yaitu Mobil Pribadi / Bus (melalui Jalan Tol dari Tol Jakarta-Palimanan via Cikampek) cirebondan Kereta Api (semua kereta yang berangkat dari Jakarta (Jakarta kota, Gambir dan Pasar Senen) pasti melewati kota ini). Dengan adanya Jalan Tol tersebut, perjalanan menggunakan mobil dapat ditempuh 3 jam tanpa memperhatikan kondisi jalan, sedangkan menggunakan kereta api, rata-rata membutuhkan waktu 3.5 jam hingga tiba di stasiun besar cirebon.

Perjalanan kali ini, kami menggunakan kereta bisnis dari pasar senen pada sabtu pagi. Perjalanan kami menempuh 3.5 jam, sehingga kami tiba di kota Cirebon pukul 11.30. Sesampainya di cirebon, kami langsung order penyewaan motor yang dapat dicari di jejaring e-commerce (seperti kaskus maupun olx). Kami menyewa motor untuk 2 hari, jadi kami menghabiskan 140rb (kurang lebih) untuk sewa motor. Saran dari kami, sebaiknya book jauh jauh hari dari pada kehabisan. Hal ini disebabkan banyak orang jakarta yang memiliki waktu libur terbatas dan ingin menghabiskan waktu di kota kota lain di luar jakarta.

Setelah mendapatkan motor, kami langsung berwisata kuliner di dekat Stasiun Prujakan yaitu Gado-Gado Prunjak. dsc_0004Gado-Gado ini merupakan Gado-gado siram khas Cirebon yang patut untuk di coba. Untuk harga, masih terhitung murah (Paket Gado-Gado, Peyek Udang dan Es Teh kurang dari 25rb). Makanan ini beda jika kita bandingkan dengan Gado-Gado di daerah yogya atau jawa  tengah yang cenderung manis. Jika butuh panduan, teman-teman dapat mencari one way menuju Stasiun Prunjakan Cirebon.
Ini jalan didepan Plang nama Stasiun kok.. Posisi ada di kanan jalan. Orang-orang sekitar pasti tau kalau kita sebut >> Gado-Gado Prunjakan. Selamat mencari dan mencoba.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Kuningan dengan naik motor. Kami berdua (saya dan Bowo) bukan orang Cirebon. Kami orang Jawa Tengah asli..hahahah.. jadi ketika diajak ngomong bahasa Sunda, kami berdua bingung.. apa yang harus kami jawab 😛

Akhirnya kami menetapkan pilihan ke museum LingarJati di Kuningan. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1.5 jam dari tempat kami sebelumnya.dsc_0026 Overall, tempat ini patut dikunjungin. Ini menambah ilmu kami mengenai perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kita tercinta ini. Di tempat ini, muncullah perjanjian LinggarJati yang menjadi cikalbakal Indonesia. Tempat ini masih sangat terawat dan benar-benar asri. Kami hanya membawar dibawah 5rb untuk masuk kedalam bangunan tersebut. Dan Ternyata, banyak anak anak muda yang tertarik untuk melihat saksi bisu akan perjuangan para pahlawan di kabupaten kuningan ini.

Setelah puas berjalan-jalan di kabupaten kuningan, kami akhirnya kembali ke kota Cirebon dan akhirnya kami dsc_0076mengexplore pelabuhan di Cirebon dan berphoto-photo. Namun Spot Photo disini terbatas dikarenakan ini bukan seperti Pantai pada umunya.. Ini pelabuhan brooo.. Akhirnya kami menghabiskan waktu 2 jam untuk mendapatkan photo-photo bagus di sini.

Setelah dari pelabuhan, kami mencari penginapan di dekat balaikota Cirebon. Saran, untuk penginapan carilah Guest house karena harganya murah dibandingkan menginap di hotel berbintang. hehhehe… Backpackeur amat lahh.. Jadi hemat.. hahahha.. Setelah selesai istirahat, kami mencari makan malam yang menjadi khas di Kota Cirebon yaitu Nasi Jamblang. Makanan ini banyak rekomendasinya.. Yang kami coba adalah Nasi Jamblang Otoy di jalan Dr. Cipto di belakang Mal-Mal baru di Cirebon. Disini nasi pesan order sesuai dengan kebutuhan, biasanya di daerah lain hanya mengenal 1 porsi atau setengah porsi, kalau disini nasinya mau berapa sendok…hhahaha… karena kita lapar, kita minta dua sendok. Uniknya, piring kami bukan piring biasa namun beralaskan daun jati. Lauk yang disediakan beragam, serasa makan di warteg.hhahaha.. setelah itu kami bermain di masjid agung cirebon di dekat balaikota cirebon.. Di malam minggu, wilayah ini sungguh ramai dan dipadati oleh anak-anak muda dan keluarga.

Keesokan harinya, kami melanjutkan wisata kami menuju Kraton-Kraton yang ada di Cirebon serta mencari makan Empal Gentong yang terkenal di Cirebon.  Setelah jam 1, kami memutuskan untuk kembali ke Stasiun Besar Cirebon untuk berangkat menuju Jakarta. Dan perjalan kami ke Cirebon berakhir. Total biaya perjalanan termasuk kereta kurang dari 500rb per orang. hehhehe..

Berikut hasil video dari Bowo mengenai perjalanan kami di Cirebon. >> Cirebon Berintan

 

Cara menghabiskan WeekEnd yang terbatas

Halo semua..
Akhirnya hari ini berkesempatan menikmati liburan weekend dengan cara yang berbeda.
Dimulai dari impulsif yang tinggi dari kami bertiga (Tyas, Dito dan tentunya aku sendiri), akhirnya diputuskan untuk menghabiskan weekEnd minggu ini dengan jalan-jalan ke Kota Bogor.
Mungkin bagi kebanyakan orang Jakarta, jalan-jalan ke Bogor adalah hal yang biasa.
Oleh karena itu, kita ingin mencoba dengan hal yang tidak biasa.
Bagaimana caranya?
Tentunya dengan ala backpacker yang budget nya terbatas.heheh…

Dimulai dengan berangkat menggunakan transportasi andalan Kota Jakarta, TransJakarta.
Kami hanya membutuhkan 3.500 dari area Kelapa Gading menuju Stasiun Juanda.Sebelum tiba ke Stasiun, kami membayangkan bahwa stasiun KRL merupakan stasiun kelas dua.
Dan pastinya, jauh dari kata layak.

Namun, bayangan kami langsung berubah setelah kami tiba di area pembelian tiket di pintu utara.
Kami diminta untuk membeli Tiket Harian BerJaminan (THB).
Tarif KRL Per 25 km adalah 2.000
Per 10 Km 1.000
Karena kami dari Jakarta-Bogor, Kami membutuhkan 5.000 per orang untuk sampai ke Stasiun Besar Bogor.
Namun, karena kami menggunakan Tiket Harian, kami harus menjaminkan 10.000 per tiket.
Mengapa? Karena kartu ini adalah kartu RFID yang cukup bagus dan orang cenderung untuk tidak mengembalikannya.
Jadi ada konsekuensi yang harus di tanggung  jika kartu ini tidak di kembalikan.
Tapi kalau dikembalikan dengan syarat dan ketentuan, 10.000 uang kita akan dikembalikan kok 🙂

IMG_0146Tiket Harian Berjaminan (THB)

IMG_0150Papan Petunjuk untuk Masuk ke Peron.

IMG_0142Petunjuk arah di Pintu Utara Lantai Dasar

IMG_0135Gate utama memasuki area peron

IMG_0136Petunjuk Peron 1 dan Peron 2

IMG_0138Akses Jalan menuju Peron 2

IMG_0143Tempat Menunggu Kereta di Peron 2

Perjalanan Menuju Bogor membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (tergantung lama kereta berhenti di setiap stasiun)

IMG_0144Indoor KRL Jakarta – Bogor

Kami berangkat dari Stasiun Juanda pukul 08.00 dan tiba di Stasiun Besar Bogor pukul 09.15.
Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Bogor 😛
Secara penampilan fisik, stasiun ini sangat modern namun masih ada bagian2 tertentu yang sedang diperbaiki.
Sehingga cukup mengganggu pengguna jasa kereta api dalam mengakses pintu masuk dan keluar.

IMG_0172Stasiun Besar Bogor

Tujuan Utama dan pertama di Kota Bogor adalah melakukan ibadah (Misa Hari Minggu) di Gereja Keuskupan Bogor.
Kami hanya membutuhkan waktu 10 menit (kurang) dari stasiun ke Gereja tersebut.
Untuk jadwal misa, dapat anda cari di website resmi Gereja Katedral.

IMG_0147Tujuan Utama di Bogor

Ternyata, gereja katedral ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan gereja katedral lainnya di Indonesia.
Gereja ini didominasi dengan warna putih dan berada di jantung kota bogor.
Hanya beberapa menit dari DPRD Kota Bogor, Istana Presiden Kota Bogor dan Kebun Raya Bogor.
Sehingga lalu lintas di depan gereja cukup padat.

IMG_0177Gereja Katedral Bogor

IMG_0155Indoor Gereja Katedral

IMG_0157
Photo Panoramic Gereja Katedral Bogor

IMG_0158
Main Gate Gereja Katedral

Setelah Ibadah Mingguan, kami melanjutkan wisata kuliner kami ke daerah Surya Kencana dengan menggunakan Angkutan Kota Nomor 02 (Warna Hijau). Dari depan Gereja Katedral menuju tempat tersebut hanya di perlukan 10-15 menit dengan biaya 4.000 per orang.
Setelah memasuki kawasan kuliner tersebut, kita disajikan beraneka ragam makanan. Bagi Non muslim, inilah surga makanan. Bagi yang muslim, harus cermat membaca apakah makanan tersebut Halal atau Haram.

IMG_0166Jajanan Pepes + Otak2 Surya Kencana

IMG_0165Soto Mie Agih -HARAM-

IMG_0167Soto Mie Khas SukaBumi

IMG_0160
Penampakan Soto Mie Agih

IMG_0173
Soto Mie Campur (Babat + Daging) Agih

Harga Soto Mie Campur Agih Rp 34.000 per porsi, sedangkan untuk Soto Mie Daging / Iga Rp 37.000 per porsi.

IMG_0174Nasi Campur Agih

Harga Nasi Campur Agih Rp 37.000 per porsi.

Setelah perut kenyang, kami memulai perjalanan menuju Kebun Raya Bogor (rencananya), namun dikarenakan perut kekenyangan kami mengurungkan niat berjalan kaki dar Surya Kencana menuju lokasi tersebut. Akhirnya, kami menggunakan angkutan kota dengan nomor trayek yang sama dengan sebelumnya yaitu 02 (Warna Hijau). Namun, kali ini kita membutuhkan extra waktu (kurang lebih 30 menit) di angkot dikarenakan kota bogor memiliki banyak sekali angkot yang sering ngetime di pinggir jalan =.=’ .
Tapi overall seru lah…
Nah, disini kita menghabiskan biaya yang lebih mahal dari sebelumnya.
Per orang wajib membayar 5.000.

Setelah itu, kami mengurungkan niat ke Kebun Raya Bogor dan memutuskan untuk berphoto-photo ria di Stasiun Besar Bogor dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Biaya yang kami keluarkan untuk perjalanan pulang sama dengan perjalanan berangkat, yaitu 5.000 untuk Kereta dan 3.500 untuk TransJakarta.

IMG_0171Selfi di depan Stasiun Besar Bogor

Total biaya jalan-jalan hari ini kurang dari 100.000 (tergantung dari apa yang kami makan selama di bogor).
Ternyata menikmati liburan bisa dengan cara-cara backpacker yang murah, mudah dan hemat.
Thank you buat liburan kali ini teman2… Mas Bene dan Mba Kecik…hahhaha…

Wisata alam ke DIY (Yogyakarta) ala backpacker

Setelah vacuum hampir 3 bulan, akhirnya aku berkesempatan berjalan-jalan lagi… Kali ini aku akan mengexplore kota yogyakarta. Mungkin bagi sebagian orang Indonesia,khususnya Kota Semarang, Yogyakarta adalah kota yang sudah biasa untuk di explore. Tapi, kali ini aku dan beberapa teman (sebut saja namanya Bowo, Dito, Mba Inge, Angel, Kevin dan Ricky) berkesempatan untuk menikmati yogya dengan cara kita sendiri. Seperti apa? Sabaar yaaa…. baca aja artikel ini 😛

Yogyakarta adalah sebuah ibukota propinsi dari Daerah Istimewaan Yogyakarta. Yogyakarta memiliki satu bandara yaitu bandara adi sucipto yang terintegrasi dengan jalur kereta dan bus (trans joglo). Tanggal  29 Oktober 2015 yang lalu, kami bertujuh menggunakan pesawat airAsia berangkat pukul 06.00 dari Soekarno Hatta Airport menuju ke Adi Sucipto Airport. Kami hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam untuk menempuh perjalanan tersebut. Jam menunjukan pukul 07.00 WIB, kami memulai kegiatan exploring yogyakarta pertama kali dengan menggunakan tras yogya dengan membayar 3.600 per orang. Kami menggunakan route 3A (dari bandara ke condongcatur)–> 2A ( dari condongcatur ke terminal jombor)–> 2A (dari terminal jombor ke dekat hotel tenrem).
trans jogja bandaraSetelah tiba di hotel, kami menyimpan barang-barang kami dan menunggu motor sewaan. Dan touring kami dimulai.
maps perjalananMulai dari pusat Kota Yogyakarta (tepatnya Tugu Yogyakarta) kita bertuju menggunakan 4 motor memulai aktivitas  touring menuju Pantai Siung di kawasan Gunung Kidul. Kita memulai perjalanan pukul 09.30 WIB dengan jarak  perjalanan sejauh 80 km dan waktu selama kurang lebih 2 jam untuk mencapai tempat tersebut. Sebelum sampai, kita diwajibkan membayar biaya retribusi sebesar 5.000 per orang. Karena kami ber 7, jadi kami mengeluarkan uang sebanyak 35.000 untuk dapat menikmati 3 pantai sekaligus (Siung, Jogan dan nglambor). Tiba di pantai kurang lebih pukul 11.30 WIB, kami wajib memarkirkan kendaraan kami di tempat yang telah di sediakan (dan tentunya siap-siap untuk membayar biaya parkir tersebut).
IMG_4181Tanpa kami sadari, kami menghabiskan waktu kurang lebih  45 menit di pantai tersebut dengan terik matahari yang maksimal (jam 12 tepat gitu main dipantai =.=’ ). Dan kami terus bernarsis ria karena akhirnya kami dapat menikmati suasana yang benar-benar rileks.IMG_4224Setelah puas di pantai ini,kami melanjutkan perjalanan menuju pantai berikutnya yaitu pantai nglambor. Hanya di butuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mencapai pantai tersebut. Di pantai ini, wisatawan dapat bersnorkeling ria di bibir pantai dengan harga 35 ribu rupiah per orang. BTW, untuk mencapai pantai ini, diperlukan cukup kerja keras dalam mengendarai motor. Why? Karena jalan yang akan kita lewati ‘belum’ selesai di aspal. Jadi jangan heran kalau tetiba badan kita cukup pegal-pegal..hahahha…IMG_4318Pantai selanjutnya adalah pantai Jogan. Pantai ini memiliki fenomena yang menarik. Kenapa? karena di pantai ini, jika sedang mengalami pasang,  air laut akan nampak seperti air terjun yang mengalir ke laut. Namun karena saat kami datang adalah waktu surut, jadi kami tidak dapat melihat fenomena alam tersebut. Tapi alam selalu menawarkan pemandangan lain bagi orang yang sudah bekerja keras. Kita ber 7 berkesempatan main di bawah air terjun (pelataran pantai). Dan ternyata tidak kalah menariknya.
IMG_4344Kami dapat melihat batu-batu terjal yang ada di pantai ini dan akhirnya tetap… Narsis Mode ON.
IMG_4351Karena badan sudah mulai lelah dan belum makan siang, akhiirnya kami semua sepakat untuk mencari makan siang. Namun, kami hanya mendapat informasi dari kawan di jakarta yang berkata : “di salah satu pantai yang akan kalian kunjungi, ada tempat pelelangan ikan yang harganya murah banget dan rasanya enak”. Karena kami sudah cukup kelaparan, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan ke pantai drini dan pulang ke kota yogyakarta.

Sewaktu perjalanan, ternyata kami melihat warung yang menjual banyak gorengan. Akhirnya kita berhenti dan memakan banyak sekali gorengan… hahahha…sekali-sekali makan gorengan nga papa lah, mumpung gorengna cuma 500 rupiah..

Setelah cukup mengisi bahan bakar, akhirnya kita melanjutkan ke pantai drini dengan jarak kurang lebih 50km dari pantai jogan. Karena jalan yang kita lalui sungguh bagus (jakarta aja kalah bagusnya), jadi perjalanan 50km cuma ditempuh kurang lebih 30-40 menit.
Dan ternyata, perkataan teman terbukti, kami mendapati Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pantai ini dan kami dapat memesan untuk di masakkan.  Kami makan 7 ekor ikan kakap merah bakar (baru di tangkap) dan 1/2 ekor cumi goreng tepung plus nasi satu tempat dan air putih. Kami hanya mengeluarkan 100.000 rupiah. Luar biasa murah dan nikmatnya makan kita.

Setelah kenyang dan lelah, kami memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta dan beristirahat.

Demikian cerita kegilaan kami di kota gudeg… Mungkin bagi beberapa orang, hal ini kurang menarik. Tapi bagi kami, ini adalah cara lain untuk menikmati alam indonesia yang kaya akan keanekaragaman.
Thank You 🙂

Australia :Apa yang bisa kita explore di Sydney?

Sydney bukan merupakan ibukota negara Australia.  Kota ini berada di negara bagian New South Wales. Dari Indonesia, kita mau tidak mau turun di Sydney International Airport. Dari bandara, kita dapat menggunakan macam-macam alternative transportasi seperti train, bus, shuttle bus. Prefer kalo mau transit di depan hotel, kita menggunaka shuttle bus yang harga per passanger sekitar 13-15 AUSD -tergantung provider yang kita gunakan. Nah, tujuan-tujuan wisata yang wajib dikunjungi yaitu :

1. Gereja Katolik Katedral St. Mary, CBD,Sydney.

IMG_3178

Ini adalah Salah satu obyek wisata yang paling murah dan cukup OK bagi para backpacker an…hehhehe….
So, Jangan lupa, mudah kok aksesnya… Di CBD Sydney…

IMG_3159

IMG_3159

IMG_3212
IMG_31042. Sydney Tower Eye, CBD, Sydney.IMG_3171

Nah, obyek satu ini baru kerasa harganya… kalau waktu dan uang terbatas, mending obyek ini di lewatkan sajo..hoohoho…

3. The Botanical Garden, CBD, Sydney.

Salah satu obyek yang cukup oke dan murah serta dapat menambah ilmu kita mengenai tanaman. So, jangan lewatkan obyek ini ya… karena sangat nyaman dan mudah di akses dari CBD on foot. hehhehe….
IMG_3206IMG_32134. Harbour Bridge,CBD, Sydney.

Kita dapat menuju Harbour Bridge dengan cara menyusuri jalan-jalan di sekitar The Botanical Garden. Hal ini sangat murah jika dibandingkan kita harus menggunakan transportasi umum yang mereka sediakan.hehheh… ngirit dot com.IMG_3167

IMG_3222

IMG_3195

IMG_3150

IMG_32575. Madam Tuusad, CBD, Sydney.

Nah, ini salah satu obyek yang menguras uang paling berat… Pelajaran utama, kalau mau benar2 jalan2 dapet harga murah, pastikan mencari tiket terusan secara online. Sekali masuk di obyek ini, harga 40$ sedangkan jika kita menggunakan tiket terusan hanya + 60$ untuk 3 obyek. Jangan sampai salah looo ya…hahahhaIMG_3136

IMG_3121

IMG_3163

IMG_3740

 

IMG_3754

IMG_3747

IMG_3102

IMG_3758

Sekian jalan2 di Sydney… Aslinya masih ada beberapa spot yang harus di kunjungi seperti Queen Victory Building, Apple Store, China Town, Darling Harbour Bridge  dan Paddington Market tapi photonya lupa diupload…. hehehe….

Perjuangan yang melelahkan =.=’

Visa dan Tiket PP sudah di tangan, saatnya melakukan perjuangan melewati zona nyaman. Kondisi di dompet,  500.000 rupiah, 100 SingD dan 1000 AUSD. Dalam pikiran, cukup lah buat makan di bandara dan taksi.

Tanggal 14 Januari 2014, Pukul 16.00 berangkat dari Hotel di kawasan kelapa gading menuju Bandara International Soekarno Hatta menggunakan Taksi Si Burung Biru.
Estimas Waktu 1-2 jam, ternyata cuma 45 menit nyampe.. Dari 500 ribu, dipotong 100an buat taxi. Kondisi di dompet masih 400rb, 100 SingD dan 1000 AUSD. Astagaa, tunggu lama bener. Jam 8.30 baru boarding jadi checkin baru bisa jam 5.30. Nga papa lah, nunggu kurang dari 1 jam buat check in.

Waktu check in tiba, mulailah keramaian depan loket Tiger di terminal 2 D dimulai.
Karena membawa papi yang notabene butuh kursi roda, jadi aku request kursi roda..
Ternyata, kursi roda harus sewa sebesar $ 50 Singapore. Aku pikir, cukup lah uang di dompet. Dengan pedenya, aku pergi ke loket. Begini percakapannya:

Mba loket (M) :  Sore mas.. Ada yang bisa saya bantu?
Aku (A): Iya mba, ini… mau bayar sewa kursi roda. Berapa ya mba?
M : Bisa liat kode booking tiket nya?
A: Bisa mba.. Ini… (Sambil nunjukin tiket yang sudah ku print)
M : Loh mas, kok nga bisa saya akses ya? apa bookingnya via web ya?
A: Iya mba, emang kenapa ya?
M: Hmmm, datanya nga bisa kita buka. Coba saya panggilin orang tigernya…
A: Ok mba…

Setelah beberapa saat, akhirnya masalah pertama solve. Horeeee…. Berlanjut ke percakapan selanjutnya.
M : Mas, total 50$ buat sewa ditambah ppn 10%. Jadi total 55$ mas.
A : Ok mba.  Bayarnya bisa pakai kartu kredit mba?
M : Nga bisa mas, Kita cuma menerima cash.
A: Ok mba. (sambil keluarin uang Sing D). Berapa mba?
M : Maap mas. Kita cuma menerima Rupiah dan Dollar Amerika.
A: apaa? waduh… Kalo di rupiahin berapa mba?
M : Bentar ya mas… (sesaat kemudian) 523.500 (kalo nga salah) mas..
A: hmmm… bentar ya mba. (dalam pikiran, la ini gimana, nga ada kartu debit lagi =.=’).

Untung sebelum berangkat sempet ngecek dompet si papi, ternyata ada sekitar 300rb. Langsung ku ambil dan ku bayarin ke loket dan masalah kedua solve… Hufff.. .Lelah nya..
Akhirnya, kita masuk ke bagian imigrasi dan sampailah ke area boarding serta pesawat tiger. Jam menunjukkan jam 19.30. Waw… Pesawatnya keren. nga pake paket delay segala… mantap…
Waktu towing car akan mendorong, eaaaalah… si mobil kecil ini malah nabrak roda pesawat. Oh My God… Godaan apa lagi ini… Pesawat akhirnya di delay. Padahal, jarak pesawat tiger ke scoot hanya 2 jam 45 menit. Dan itu sudah pas banget karena nga tergesa gesa. Dalam hati kita, apa ini cukup buat transfer pesawat ya? Kalau nga cukup gimana? Akhirnya, pesawat di service kurang lebih 1 setengah jam… Oh noo.. Cuma ada jeda 1 jam doang. Belum termasuk nunggu kursi roda yang sudah ku bayar dkk.. Apakah cukup ini waktunya? =.=’
Disaat kita berdebar-debar, ternyata… Mungkin kabar buruk bagi orang lain tapi menjadi kabar yang menyejukan bagi kita berdua.. Pesawat Scoot di delay 2 jam..
Thanks God. Akhirnya kit bias bersantai santa dan makan malam dulu di Changi Airport.

IMG_3236

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oh ya, karena kita transit di changi dan tiger lagi punya promo. Akhirnya kita mendapat kupon 20$ per orang buat beli apapun di changi.
Ya kita manfaatin 40$ itu buat makan sepuaasnya sebelum melanjutkan perjalanan di awan selama 8 jam.
IMG_3230
wajah segar melihat makanan di meja.

Perjuangan belum berakhir, ini baru sepersekian perjalanan yang akan aku lalui….
Akhirnya, kita terbang dengan pesawat Scoot yang bener2 nyaman dan jarak antar kaki yang enak 🙂
Sesampainya di Sydney, ternyata tanggal 15 Desember 2014 ada peristiwa penyanderaan di kawasan CBD pada pukul 09.00.
Jadi banyak polisi dan orang imigrasi yang berjaga. Saat kita masuk ke bagian imigrasi, aku menyerahkan paspor ku dan papi.
Ealah, karena photo kita mirip, ku dikira melakukan penipuan di paspor dan dikira teroris =.=’
Akhirnya aku keluarin jurus sakti… Keluarin kartu kartu sakti dari indonesia, apa itu? Ya semua orang pasti tau lah.. KTP, SIM A, SIM C, Kartu Mahasiswa. hahha… dan akhirnya mereka pun percaya dan aku diperbolehkan masuk. Mereka menyarankan untuk segera mengganti paspor ku. Cape deh.. kan emang mau abis buuu…. 😩

IMG_3229
Akhirnya si papi bisa tersenyum bahagia sampai di Sydney…
IMG_3156
Dan karenaa perjuangan yang melelahkan, akhirnya langsung eksis duluuu..
hahhaa…
Akhirnya perjuangan ku yang melelahkan berakhir di Sydney di tanggal 15 Desember 2014 pukul 15.00

Rasa cape dan jet lag langsung hilang sat melihat pemandangan kota yang sungguh tertata rapi. uhuyy… Sydney broo…
Liburan akhir taon bakal ku habisin di negara ini selama 25 hari..huahhaha…

IMG_3699

IMG_3700

IMG_3707

IMG_3701

IMG_3717

IMG_3711

Perjuangan Mendapatkan Secarik Kertas

Hai… Hai….
Lama aku nga ngeshare pengalaman hidupku..hehhehe…

Kisahku dimulai di bulan November 2014. Kakakku yang bernama Kartika Sumanto akhirnya lulus S2 di Australia National University dan dia minta ada perwakilan keluarga yang hadirin wisuda. Aku sih seneng banget, secara ada kesempatan jalan jalan. TAPI…… ada tapinyaaa…..harus mengajukan Surat Persetujuan buat masuk negara itu.. So, ya harus apply visa ke kedutaan Australia yang notabene syarat-syaratnya banyak banget =.=’
Kalo yang pengen tahu syarat2nya bisa liat di http://www.immi.gov.au/Visas/Pages/checklists/600-tourist.aspx untuk jenis visa holiday.
Setelah di telaah, ternyata ada dua macam visa holiday.

1. Visa dengan total 1 bulan stay tapi berlaku selama 1 tahun.
Visa ini cocok untuk visa kunjungan keluarga yang sedang kuliah di aussie. Jadi kapan aja bisa di kunjungin selama belum total 30 hari.

2. Visa 3 bulan stay di aussie tapi dengan syarat single sign in. Dengan jenis ini kita hanya bisa masuk negara ini sekali doang tapi boleh tinggal 3 bulan.

2015/01/img_3661.jpg
Berikut contoh visa yang 3 bulan.

Oh ya, For your information, nga seamier yang apply visa di kabulin loo.. jadi jangan beli ticket sebelum dapat dipastikan dikabulkan visanya. Btw, kalau nga di ijinin, uang yang sudah dikeluarkan buat apply visa nga bisa diminta kembali lo.. dan biayanya cukup mahal. Tergantung kurs dollar aussie saat itu. Sekitar 1.7an saat aku apply.
Kalau mau tau, bisa buka link ini http://www.indonesia.embassy.gov.au/files/jakt/Visa_Pricing_Currency_Table_1-Jan-2015-IDR.pdf

Setelah dapat, silahkan berburu tiket.
Kalau pengen murah, transit lah di Singapore.
Kadang-kadang, tiger air punya promo yang lumayan menarik.
Ku berangkat dari Jakarta-Singapore-Sydney kurang lebih sekitar 3 juta rupiah untuk sekali jalan.

Tapi perlu di ingat, kalau kita ke luar negri, tolong dipastikan tiket pulang harus sudah di pegang. Karena, Negara yang kita kunjungi tidak mau kalau kita menjadi imigran gelap yang nga mau pulang ke indo lagi.
2015/01/img_3663.jpg
Tiket Tiger Air (Jakarta – Singapore)
2015/01/img_3662.jpg
Tiket Singapore – Sydney
2015/01/img_3665.jpg
Tiket Sydey-Singapore

Oh ya, Jangan lupa bawa bolpen selama berpergian. Karena kita harus menuliskan dokumen dokumen yang diperlukan selama masuk dan keluar dari suatu negara.