Cara menghabiskan WeekEnd yang terbatas

Halo semua..
Akhirnya hari ini berkesempatan menikmati liburan weekend dengan cara yang berbeda.
Dimulai dari impulsif yang tinggi dari kami bertiga (Tyas, Dito dan tentunya aku sendiri), akhirnya diputuskan untuk menghabiskan weekEnd minggu ini dengan jalan-jalan ke Kota Bogor.
Mungkin bagi kebanyakan orang Jakarta, jalan-jalan ke Bogor adalah hal yang biasa.
Oleh karena itu, kita ingin mencoba dengan hal yang tidak biasa.
Bagaimana caranya?
Tentunya dengan ala backpacker yang budget nya terbatas.heheh…

Dimulai dengan berangkat menggunakan transportasi andalan Kota Jakarta, TransJakarta.
Kami hanya membutuhkan 3.500 dari area Kelapa Gading menuju Stasiun Juanda.Sebelum tiba ke Stasiun, kami membayangkan bahwa stasiun KRL merupakan stasiun kelas dua.
Dan pastinya, jauh dari kata layak.

Namun, bayangan kami langsung berubah setelah kami tiba di area pembelian tiket di pintu utara.
Kami diminta untuk membeli Tiket Harian BerJaminan (THB).
Tarif KRL Per 25 km adalah 2.000
Per 10 Km 1.000
Karena kami dari Jakarta-Bogor, Kami membutuhkan 5.000 per orang untuk sampai ke Stasiun Besar Bogor.
Namun, karena kami menggunakan Tiket Harian, kami harus menjaminkan 10.000 per tiket.
Mengapa? Karena kartu ini adalah kartu RFID yang cukup bagus dan orang cenderung untuk tidak mengembalikannya.
Jadi ada konsekuensi yang harus di tanggung  jika kartu ini tidak di kembalikan.
Tapi kalau dikembalikan dengan syarat dan ketentuan, 10.000 uang kita akan dikembalikan kok 🙂

IMG_0146Tiket Harian Berjaminan (THB)

IMG_0150Papan Petunjuk untuk Masuk ke Peron.

IMG_0142Petunjuk arah di Pintu Utara Lantai Dasar

IMG_0135Gate utama memasuki area peron

IMG_0136Petunjuk Peron 1 dan Peron 2

IMG_0138Akses Jalan menuju Peron 2

IMG_0143Tempat Menunggu Kereta di Peron 2

Perjalanan Menuju Bogor membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (tergantung lama kereta berhenti di setiap stasiun)

IMG_0144Indoor KRL Jakarta – Bogor

Kami berangkat dari Stasiun Juanda pukul 08.00 dan tiba di Stasiun Besar Bogor pukul 09.15.
Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Bogor 😛
Secara penampilan fisik, stasiun ini sangat modern namun masih ada bagian2 tertentu yang sedang diperbaiki.
Sehingga cukup mengganggu pengguna jasa kereta api dalam mengakses pintu masuk dan keluar.

IMG_0172Stasiun Besar Bogor

Tujuan Utama dan pertama di Kota Bogor adalah melakukan ibadah (Misa Hari Minggu) di Gereja Keuskupan Bogor.
Kami hanya membutuhkan waktu 10 menit (kurang) dari stasiun ke Gereja tersebut.
Untuk jadwal misa, dapat anda cari di website resmi Gereja Katedral.

IMG_0147Tujuan Utama di Bogor

Ternyata, gereja katedral ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan gereja katedral lainnya di Indonesia.
Gereja ini didominasi dengan warna putih dan berada di jantung kota bogor.
Hanya beberapa menit dari DPRD Kota Bogor, Istana Presiden Kota Bogor dan Kebun Raya Bogor.
Sehingga lalu lintas di depan gereja cukup padat.

IMG_0177Gereja Katedral Bogor

IMG_0155Indoor Gereja Katedral

IMG_0157
Photo Panoramic Gereja Katedral Bogor

IMG_0158
Main Gate Gereja Katedral

Setelah Ibadah Mingguan, kami melanjutkan wisata kuliner kami ke daerah Surya Kencana dengan menggunakan Angkutan Kota Nomor 02 (Warna Hijau). Dari depan Gereja Katedral menuju tempat tersebut hanya di perlukan 10-15 menit dengan biaya 4.000 per orang.
Setelah memasuki kawasan kuliner tersebut, kita disajikan beraneka ragam makanan. Bagi Non muslim, inilah surga makanan. Bagi yang muslim, harus cermat membaca apakah makanan tersebut Halal atau Haram.

IMG_0166Jajanan Pepes + Otak2 Surya Kencana

IMG_0165Soto Mie Agih -HARAM-

IMG_0167Soto Mie Khas SukaBumi

IMG_0160
Penampakan Soto Mie Agih

IMG_0173
Soto Mie Campur (Babat + Daging) Agih

Harga Soto Mie Campur Agih Rp 34.000 per porsi, sedangkan untuk Soto Mie Daging / Iga Rp 37.000 per porsi.

IMG_0174Nasi Campur Agih

Harga Nasi Campur Agih Rp 37.000 per porsi.

Setelah perut kenyang, kami memulai perjalanan menuju Kebun Raya Bogor (rencananya), namun dikarenakan perut kekenyangan kami mengurungkan niat berjalan kaki dar Surya Kencana menuju lokasi tersebut. Akhirnya, kami menggunakan angkutan kota dengan nomor trayek yang sama dengan sebelumnya yaitu 02 (Warna Hijau). Namun, kali ini kita membutuhkan extra waktu (kurang lebih 30 menit) di angkot dikarenakan kota bogor memiliki banyak sekali angkot yang sering ngetime di pinggir jalan =.=’ .
Tapi overall seru lah…
Nah, disini kita menghabiskan biaya yang lebih mahal dari sebelumnya.
Per orang wajib membayar 5.000.

Setelah itu, kami mengurungkan niat ke Kebun Raya Bogor dan memutuskan untuk berphoto-photo ria di Stasiun Besar Bogor dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Biaya yang kami keluarkan untuk perjalanan pulang sama dengan perjalanan berangkat, yaitu 5.000 untuk Kereta dan 3.500 untuk TransJakarta.

IMG_0171Selfi di depan Stasiun Besar Bogor

Total biaya jalan-jalan hari ini kurang dari 100.000 (tergantung dari apa yang kami makan selama di bogor).
Ternyata menikmati liburan bisa dengan cara-cara backpacker yang murah, mudah dan hemat.
Thank you buat liburan kali ini teman2… Mas Bene dan Mba Kecik…hahhaha…

Wisata alam ke DIY (Yogyakarta) ala backpacker

Setelah vacuum hampir 3 bulan, akhirnya aku berkesempatan berjalan-jalan lagi… Kali ini aku akan mengexplore kota yogyakarta. Mungkin bagi sebagian orang Indonesia,khususnya Kota Semarang, Yogyakarta adalah kota yang sudah biasa untuk di explore. Tapi, kali ini aku dan beberapa teman (sebut saja namanya Bowo, Dito, Mba Inge, Angel, Kevin dan Ricky) berkesempatan untuk menikmati yogya dengan cara kita sendiri. Seperti apa? Sabaar yaaa…. baca aja artikel ini 😛

Yogyakarta adalah sebuah ibukota propinsi dari Daerah Istimewaan Yogyakarta. Yogyakarta memiliki satu bandara yaitu bandara adi sucipto yang terintegrasi dengan jalur kereta dan bus (trans joglo). Tanggal  29 Oktober 2015 yang lalu, kami bertujuh menggunakan pesawat airAsia berangkat pukul 06.00 dari Soekarno Hatta Airport menuju ke Adi Sucipto Airport. Kami hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam untuk menempuh perjalanan tersebut. Jam menunjukan pukul 07.00 WIB, kami memulai kegiatan exploring yogyakarta pertama kali dengan menggunakan tras yogya dengan membayar 3.600 per orang. Kami menggunakan route 3A (dari bandara ke condongcatur)–> 2A ( dari condongcatur ke terminal jombor)–> 2A (dari terminal jombor ke dekat hotel tenrem).
trans jogja bandaraSetelah tiba di hotel, kami menyimpan barang-barang kami dan menunggu motor sewaan. Dan touring kami dimulai.
maps perjalananMulai dari pusat Kota Yogyakarta (tepatnya Tugu Yogyakarta) kita bertuju menggunakan 4 motor memulai aktivitas  touring menuju Pantai Siung di kawasan Gunung Kidul. Kita memulai perjalanan pukul 09.30 WIB dengan jarak  perjalanan sejauh 80 km dan waktu selama kurang lebih 2 jam untuk mencapai tempat tersebut. Sebelum sampai, kita diwajibkan membayar biaya retribusi sebesar 5.000 per orang. Karena kami ber 7, jadi kami mengeluarkan uang sebanyak 35.000 untuk dapat menikmati 3 pantai sekaligus (Siung, Jogan dan nglambor). Tiba di pantai kurang lebih pukul 11.30 WIB, kami wajib memarkirkan kendaraan kami di tempat yang telah di sediakan (dan tentunya siap-siap untuk membayar biaya parkir tersebut).
IMG_4181Tanpa kami sadari, kami menghabiskan waktu kurang lebih  45 menit di pantai tersebut dengan terik matahari yang maksimal (jam 12 tepat gitu main dipantai =.=’ ). Dan kami terus bernarsis ria karena akhirnya kami dapat menikmati suasana yang benar-benar rileks.IMG_4224Setelah puas di pantai ini,kami melanjutkan perjalanan menuju pantai berikutnya yaitu pantai nglambor. Hanya di butuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mencapai pantai tersebut. Di pantai ini, wisatawan dapat bersnorkeling ria di bibir pantai dengan harga 35 ribu rupiah per orang. BTW, untuk mencapai pantai ini, diperlukan cukup kerja keras dalam mengendarai motor. Why? Karena jalan yang akan kita lewati ‘belum’ selesai di aspal. Jadi jangan heran kalau tetiba badan kita cukup pegal-pegal..hahahha…IMG_4318Pantai selanjutnya adalah pantai Jogan. Pantai ini memiliki fenomena yang menarik. Kenapa? karena di pantai ini, jika sedang mengalami pasang,  air laut akan nampak seperti air terjun yang mengalir ke laut. Namun karena saat kami datang adalah waktu surut, jadi kami tidak dapat melihat fenomena alam tersebut. Tapi alam selalu menawarkan pemandangan lain bagi orang yang sudah bekerja keras. Kita ber 7 berkesempatan main di bawah air terjun (pelataran pantai). Dan ternyata tidak kalah menariknya.
IMG_4344Kami dapat melihat batu-batu terjal yang ada di pantai ini dan akhirnya tetap… Narsis Mode ON.
IMG_4351Karena badan sudah mulai lelah dan belum makan siang, akhiirnya kami semua sepakat untuk mencari makan siang. Namun, kami hanya mendapat informasi dari kawan di jakarta yang berkata : “di salah satu pantai yang akan kalian kunjungi, ada tempat pelelangan ikan yang harganya murah banget dan rasanya enak”. Karena kami sudah cukup kelaparan, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan ke pantai drini dan pulang ke kota yogyakarta.

Sewaktu perjalanan, ternyata kami melihat warung yang menjual banyak gorengan. Akhirnya kita berhenti dan memakan banyak sekali gorengan… hahahha…sekali-sekali makan gorengan nga papa lah, mumpung gorengna cuma 500 rupiah..

Setelah cukup mengisi bahan bakar, akhirnya kita melanjutkan ke pantai drini dengan jarak kurang lebih 50km dari pantai jogan. Karena jalan yang kita lalui sungguh bagus (jakarta aja kalah bagusnya), jadi perjalanan 50km cuma ditempuh kurang lebih 30-40 menit.
Dan ternyata, perkataan teman terbukti, kami mendapati Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pantai ini dan kami dapat memesan untuk di masakkan.  Kami makan 7 ekor ikan kakap merah bakar (baru di tangkap) dan 1/2 ekor cumi goreng tepung plus nasi satu tempat dan air putih. Kami hanya mengeluarkan 100.000 rupiah. Luar biasa murah dan nikmatnya makan kita.

Setelah kenyang dan lelah, kami memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta dan beristirahat.

Demikian cerita kegilaan kami di kota gudeg… Mungkin bagi beberapa orang, hal ini kurang menarik. Tapi bagi kami, ini adalah cara lain untuk menikmati alam indonesia yang kaya akan keanekaragaman.
Thank You 🙂

Go-Jek VS Grab-Bike, apa bedanya?

Gojek
GO-JEK adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri transportasi Ojek. GO-JEK bermitra dengan para pengendara Ojek berpengalaman di Jakarta, Bandung, Bali & Surabaya dan menjadi solusi utama dalam pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.
IMG_1975

Go-Jek memiliki empat service yang ditawarkan, yaitu Instant Courier, Transport, Go-Food dan Shopping.
Instant Courier adalah jasa pengiriman dokumen ataupun barang dari satu tempat ke tempat lain dimana masih berada di dalam jangkauan Go-Jek.
Transport adalah jasa antar customer seperti Ojek pada umumnya, namun yang membedakan dengan jasa ojek lainnya adalah cara memesan ojek. Go-Jek menggunakan GPS dengan jangkauan + 5 meter dari area GPS handphone kita berada.
Go-Food adalah jasa pemesanan makanan (baik halal maupun haram) di area yang di jangkau. Dan hebatnya lagi, kita dapat pesan berapa pun jumlahnya dan akan kita bayar sewaktu makanan diantar oleh Driver Go-Jek.
Shopping adalah jasa pembelian barang (khususnya mall) di area yang di jangkau. Sama seperti Go-Food, service ini menyediakan fasilitas untuk membayar barang belanjaan saat barang sudah diantar ke customer.

IMG_1974

Fitur lainnya adalah : My Wallet
Go-Jek sadar jika orang modern prefer menggunakan transaksi yang cashless dari pada transaksi pada umumnya. Oleh sebab itu, Go-Jek menyediakan menu My Wallet demi mengakomodir biaya transportasi yang dikeluarkan oleh customer.
Credit dapat dilakukan dengan cara transfer sejumlah dana ke rekening BCA.
BTW, Jika ada para pembaca yang membutuhkan credit awal, dapat menggunakan credit yang aku punya
543691963IMG_1976
Cara melakukan request Go-Jek (spesifik service TRANSPORT)
1. Lihat, apakah ada Drivers yang ada di jangkauan kita.
2. Isi tempat asal (spesifik lokasi) kita saat akan di jemput
3. Isi tujuan kita untuk diantar
4. Pilih NEXT untuk melanjutkan proses Booking.
5. Tunggu sampai adanya konfirmasi dari Go-Jek.
Pengalaman, membutuhkan waktu 10-15 menit untuk menunggu di approve karena keterbatasan driver Go-Jek.
IMG_1977Nilai Plus dari Go-Jek :
Setiap Customer diberikan Hair Cover, Masker dan Helm dengan Standart Go-Jek.

Grab-Bike
Grab-Bike adalah sebuah layanan transportasi motor atau lebih dikenal dengan ojek di Jakarta. Jakarta adalah kota ketiga yang mengoperasikan GrabBike, setelah Ho Chi Minh dan Hanoi di Vietnam
IMG_1970
Beberapa fitur keamanan kunci dalam GrabBike adalah rute perjalanan yang dapat dilacak secara langsung dan identitas pengemudi (nama, plat nomor, nomor ponsel serta foto diri) yang dapat segera diketahui saat pengguna melakukan pemesanan.
Pengguna juga dapat membagikan detail informasi perjalanan kepada orang-orang terdekatnya secara real-time melalui fungsi Share My Ride yang terdapat di aplikasi GrabTaxi.

IMG_1971GrabBike memiliki fitur counter jumlah driver yang ready di sekitar kita (hal ini tidak dilakukan oleh kompetitor di bidang ini). Dan setelah kita input asal dan tujuan,kita diminta untuk memilih NEXT.  Setelah itu, kita akan mendapatkan feedback data plat nomor motor yang ada di sekitar kita. Tidak hanya itu, bidding dari system GrabBike ke driver yang ada dijangkauan customer pun ditunjukan secara detail ke customer.
grabBike
Setelah diapprove oleh driver GrabBike, Applikasi akan mengirimkan email ke alamat email yang terdaftar di Aplikasi GrabTaxi.
IMG_1972
Kita akan mendapatkan data detail mengenai Pengemudi (beserta plat nomor motor) yang akan menjemput kita dengan data-data rincian pesanan.
IMG_1973
Tidak hanya email mengenai pesanan kita, namun GrabTaxi dengan fitur GrabBike ini memberikan E-Receipt secara detail ke email kita.
IMG_1967
Berikut bagi orang-orang yang membutuhkan referral code untuk menggunakan Go-Bike tersebut :)Nilai Plus dari GrabBike :
Setiap Customer diberikan Helm dengan Standart GrabBike.

Secara gambaran Umum, berikut perbedaan Go-Jek dan GrabBike
Gojek vs Grabbike

Secara Obyektif, menurut saya, Driver Go-Jek jauh memiliki Attitude yang jauh lebih baik dibandingkan dengan GrabBike. Namun, App GrabBike jauh lebih informatif dibandingkan dengan Go-Jek dan GrabBike dapat menshare perjalanan (rute,dkk) kita ke kerabat atau saudara customer. Tapi kurang cocok untuk customer yang menyukai transaksi cashless 🙂

Untuk mengetahui perubahan lebih significant, kita dapat merasakan sendiri.

How to spend your ied holiday in Jakarta

haloo semuanya

Sorry lama sudah tidak aktif d dunia perblog-an.

Nah, kali ini aku mau share pengalamanku. Dikarenakan libur lebaran yang didapat cuma hari Jumat (+ sabtu dan minggu), alhasil aku hanya menghabiskan liburan hanya d sekitar Jakarta.

Mau tau serunya petualangan ku?

Let’s go!

Hari Jumat, pukul 05.45 am start dari Jakarta Timur, akhirnya aku dan keluarga (Sugio Sumanto, Kartika Sumanto, Ci Prita dan Ko Jun) memutuskan untuk menghabiskan satu hari di daerah puncak. Kita berencana ke Taman safari dan Lembah Karmel, Cisarua.

Di perjalanan, kami merubah prioritas. Kami memilih ke Lembah Karmel terlebih dahulu dan setelah itu melanjutkan untuk bersenang” di Taman Safari atau Taman Bunga Nusantara (TBN). 

Cara menembuh Lembah Karmel di bilang susah susah gampang. Ikuti petunjuk yang mengarahkan jalan ke TBN, setelah melewati TBN, kita akan menemukan pertigaan, belok kiri dan lurus terus saja. Di samping kanan jalan akan terlihat tower provider atau biasa disebut BTS (kalau belum di geser), nah belok k kanan. Ikutin saja jalannya, pasti nyampai.

Perjalanan yg melelahkan terbayar lunas dengan pemandangan dan segala sesuatu yang disajikan. Jadi jangan takut untuk melewati perjalanan tersebut 😛

    
 Nah, setelah selesai berdoa dan bernarsis ria, kami akhirnya memilih ke TBN. Why? Karena mau nga mau, suka nga suka pasti kita harus melewati jalan tersebut.

TBN perlu mengeluarkan kocek sekitar 30rb per orang. Jagan khawatir, uang yg akan anda bayarkan akan membuat anda benar” bahagia. BTW, ini sudah ada sejak zaman pak harto looo… 

   
    
   Setelah capai dan lelah, akhirnya kita memutuskan untuk kembali k peradaban kita (jakarta). Disaat perjalanan k Jakarta, kami mendengarkan radio dan dilaporkan arah jakarta dari bogor macet banget. Alhasil kita migrasi ke Cimory. BTW, disini ada dua cimory lo, satu cimory mountain view dan yang satu cimory riverside. Kita memilih untuk ke Cimory Riverside dan melepas lelah seharian di jalan.

   
   
Setelah itu, kami memutuskan untuk pulang dan ternyata jalan masih macet 😅 Asumsi kita, lebaran banyak yg mudik jadi jakarta kosong, ternyata hal itu salah besar euy… Di Tol Dalam Kota macet parah 😩

Sabtu akhirnya kita bersantai” di rumah dan hanya menghabiskan waktu ke Grand Indonesia (GI). Di mall ini cukup ok dan harganya cukup mantap. Kalau mau cari harga cukup murah, bisa cari barang d uniqlo looo… Barangnya lumayan.

Minggu, hari libur terakhir, akhirnya hampir berlalu. Kami memutuskan untuk jalan” di Taman Wisata Alam Mangrove di Pantai Indah Kapuk. Nah, disini kita bisa belajar banyak mengenai alam kita.

   
    
    
    
    
 
Akhirnya, hari berganti sore dan liburan hampir berakhir. Kami memutuskan untuk beristirahat 🙂

Sekian cara kami menghabiskan waktu libur lebaran yang paling singkat 😁

Perjuangan yang melelahkan =.=’

Visa dan Tiket PP sudah di tangan, saatnya melakukan perjuangan melewati zona nyaman. Kondisi di dompet,  500.000 rupiah, 100 SingD dan 1000 AUSD. Dalam pikiran, cukup lah buat makan di bandara dan taksi.

Tanggal 14 Januari 2014, Pukul 16.00 berangkat dari Hotel di kawasan kelapa gading menuju Bandara International Soekarno Hatta menggunakan Taksi Si Burung Biru.
Estimas Waktu 1-2 jam, ternyata cuma 45 menit nyampe.. Dari 500 ribu, dipotong 100an buat taxi. Kondisi di dompet masih 400rb, 100 SingD dan 1000 AUSD. Astagaa, tunggu lama bener. Jam 8.30 baru boarding jadi checkin baru bisa jam 5.30. Nga papa lah, nunggu kurang dari 1 jam buat check in.

Waktu check in tiba, mulailah keramaian depan loket Tiger di terminal 2 D dimulai.
Karena membawa papi yang notabene butuh kursi roda, jadi aku request kursi roda..
Ternyata, kursi roda harus sewa sebesar $ 50 Singapore. Aku pikir, cukup lah uang di dompet. Dengan pedenya, aku pergi ke loket. Begini percakapannya:

Mba loket (M) :  Sore mas.. Ada yang bisa saya bantu?
Aku (A): Iya mba, ini… mau bayar sewa kursi roda. Berapa ya mba?
M : Bisa liat kode booking tiket nya?
A: Bisa mba.. Ini… (Sambil nunjukin tiket yang sudah ku print)
M : Loh mas, kok nga bisa saya akses ya? apa bookingnya via web ya?
A: Iya mba, emang kenapa ya?
M: Hmmm, datanya nga bisa kita buka. Coba saya panggilin orang tigernya…
A: Ok mba…

Setelah beberapa saat, akhirnya masalah pertama solve. Horeeee…. Berlanjut ke percakapan selanjutnya.
M : Mas, total 50$ buat sewa ditambah ppn 10%. Jadi total 55$ mas.
A : Ok mba.  Bayarnya bisa pakai kartu kredit mba?
M : Nga bisa mas, Kita cuma menerima cash.
A: Ok mba. (sambil keluarin uang Sing D). Berapa mba?
M : Maap mas. Kita cuma menerima Rupiah dan Dollar Amerika.
A: apaa? waduh… Kalo di rupiahin berapa mba?
M : Bentar ya mas… (sesaat kemudian) 523.500 (kalo nga salah) mas..
A: hmmm… bentar ya mba. (dalam pikiran, la ini gimana, nga ada kartu debit lagi =.=’).

Untung sebelum berangkat sempet ngecek dompet si papi, ternyata ada sekitar 300rb. Langsung ku ambil dan ku bayarin ke loket dan masalah kedua solve… Hufff.. .Lelah nya..
Akhirnya, kita masuk ke bagian imigrasi dan sampailah ke area boarding serta pesawat tiger. Jam menunjukkan jam 19.30. Waw… Pesawatnya keren. nga pake paket delay segala… mantap…
Waktu towing car akan mendorong, eaaaalah… si mobil kecil ini malah nabrak roda pesawat. Oh My God… Godaan apa lagi ini… Pesawat akhirnya di delay. Padahal, jarak pesawat tiger ke scoot hanya 2 jam 45 menit. Dan itu sudah pas banget karena nga tergesa gesa. Dalam hati kita, apa ini cukup buat transfer pesawat ya? Kalau nga cukup gimana? Akhirnya, pesawat di service kurang lebih 1 setengah jam… Oh noo.. Cuma ada jeda 1 jam doang. Belum termasuk nunggu kursi roda yang sudah ku bayar dkk.. Apakah cukup ini waktunya? =.=’
Disaat kita berdebar-debar, ternyata… Mungkin kabar buruk bagi orang lain tapi menjadi kabar yang menyejukan bagi kita berdua.. Pesawat Scoot di delay 2 jam..
Thanks God. Akhirnya kit bias bersantai santa dan makan malam dulu di Changi Airport.

IMG_3236

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oh ya, karena kita transit di changi dan tiger lagi punya promo. Akhirnya kita mendapat kupon 20$ per orang buat beli apapun di changi.
Ya kita manfaatin 40$ itu buat makan sepuaasnya sebelum melanjutkan perjalanan di awan selama 8 jam.
IMG_3230
wajah segar melihat makanan di meja.

Perjuangan belum berakhir, ini baru sepersekian perjalanan yang akan aku lalui….
Akhirnya, kita terbang dengan pesawat Scoot yang bener2 nyaman dan jarak antar kaki yang enak 🙂
Sesampainya di Sydney, ternyata tanggal 15 Desember 2014 ada peristiwa penyanderaan di kawasan CBD pada pukul 09.00.
Jadi banyak polisi dan orang imigrasi yang berjaga. Saat kita masuk ke bagian imigrasi, aku menyerahkan paspor ku dan papi.
Ealah, karena photo kita mirip, ku dikira melakukan penipuan di paspor dan dikira teroris =.=’
Akhirnya aku keluarin jurus sakti… Keluarin kartu kartu sakti dari indonesia, apa itu? Ya semua orang pasti tau lah.. KTP, SIM A, SIM C, Kartu Mahasiswa. hahha… dan akhirnya mereka pun percaya dan aku diperbolehkan masuk. Mereka menyarankan untuk segera mengganti paspor ku. Cape deh.. kan emang mau abis buuu…. 😦

IMG_3229
Akhirnya si papi bisa tersenyum bahagia sampai di Sydney…
IMG_3156
Dan karenaa perjuangan yang melelahkan, akhirnya langsung eksis duluuu..
hahhaa…
Akhirnya perjuangan ku yang melelahkan berakhir di Sydney di tanggal 15 Desember 2014 pukul 15.00

Rasa cape dan jet lag langsung hilang sat melihat pemandangan kota yang sungguh tertata rapi. uhuyy… Sydney broo…
Liburan akhir taon bakal ku habisin di negara ini selama 25 hari..huahhaha…

IMG_3699

IMG_3700

IMG_3707

IMG_3701

IMG_3717

IMG_3711

Perjuangan Mendapatkan Secarik Kertas

Hai… Hai….
Lama aku nga ngeshare pengalaman hidupku..hehhehe…

Kisahku dimulai di bulan November 2014. Kakakku yang bernama Kartika Sumanto akhirnya lulus S2 di Australia National University dan dia minta ada perwakilan keluarga yang hadirin wisuda. Aku sih seneng banget, secara ada kesempatan jalan jalan. TAPI…… ada tapinyaaa…..harus mengajukan Surat Persetujuan buat masuk negara itu.. So, ya harus apply visa ke kedutaan Australia yang notabene syarat-syaratnya banyak banget =.=’
Kalo yang pengen tahu syarat2nya bisa liat di http://www.immi.gov.au/Visas/Pages/checklists/600-tourist.aspx untuk jenis visa holiday.
Setelah di telaah, ternyata ada dua macam visa holiday.

1. Visa dengan total 1 bulan stay tapi berlaku selama 1 tahun.
Visa ini cocok untuk visa kunjungan keluarga yang sedang kuliah di aussie. Jadi kapan aja bisa di kunjungin selama belum total 30 hari.

2. Visa 3 bulan stay di aussie tapi dengan syarat single sign in. Dengan jenis ini kita hanya bisa masuk negara ini sekali doang tapi boleh tinggal 3 bulan.

2015/01/img_3661.jpg
Berikut contoh visa yang 3 bulan.

Oh ya, For your information, nga seamier yang apply visa di kabulin loo.. jadi jangan beli ticket sebelum dapat dipastikan dikabulkan visanya. Btw, kalau nga di ijinin, uang yang sudah dikeluarkan buat apply visa nga bisa diminta kembali lo.. dan biayanya cukup mahal. Tergantung kurs dollar aussie saat itu. Sekitar 1.7an saat aku apply.
Kalau mau tau, bisa buka link ini http://www.indonesia.embassy.gov.au/files/jakt/Visa_Pricing_Currency_Table_1-Jan-2015-IDR.pdf

Setelah dapat, silahkan berburu tiket.
Kalau pengen murah, transit lah di Singapore.
Kadang-kadang, tiger air punya promo yang lumayan menarik.
Ku berangkat dari Jakarta-Singapore-Sydney kurang lebih sekitar 3 juta rupiah untuk sekali jalan.

Tapi perlu di ingat, kalau kita ke luar negri, tolong dipastikan tiket pulang harus sudah di pegang. Karena, Negara yang kita kunjungi tidak mau kalau kita menjadi imigran gelap yang nga mau pulang ke indo lagi.
2015/01/img_3663.jpg
Tiket Tiger Air (Jakarta – Singapore)
2015/01/img_3662.jpg
Tiket Singapore – Sydney
2015/01/img_3665.jpg
Tiket Sydey-Singapore

Oh ya, Jangan lupa bawa bolpen selama berpergian. Karena kita harus menuliskan dokumen dokumen yang diperlukan selama masuk dan keluar dari suatu negara.

Balikpapan #borneoceria

Welcome to Borneo, kota tambang balikpapan.

Akhirnya, diberi kesempatan oleh kantor buat jalan-jalan tugas ke kalimantan meskipun cuma ke kota kecil bernama Balikpapan.
Tapi ya udah lah, dinikmati saja mumpung gratis..hehehe…

Perjalanan dimulai, saya berangkat pagi-pagi dari jakarta ke balikpapan. Perjalanan kira2 2jam 10 menit namun karena Balikpapan masuk ke dalam zona waktu WITA (Waktu Indonesia TengAh) maka ada perbedaan lebih cepat 1 jam dari Jakarta. Jadi serasa 3 jam 10 menit gtu deh..ohhh tidakkk hidupku hilang 1 jam (lebaaayyy…)

Sebelum mendarat, akhirnya saya berkesempatan mengabadikan pemandangan Balikpapan dari atas.

20130924-061748 AM.jpg

Setelah mendarat, akhirnya menemukan Papan Selamat Datang di bandara Sepinggan International Airport (padahal mengharapkan adanya papan yang lebih ok).
20130924-061756 AM.jpgNah, pertama-tama terwah wah ama kota ini. Kenapa mobil yang dipakai semua kelas menengah ke atass… di jakarta aja yang umum mobil avanza, di sini mobil mobil berlogo merah itu menghiasi kota.. ternyata oh ternyata, jalan menuju kantor mereka memang harus dan wajib pakai mobil seperti itu. Karena terwah wah, akhirnya saya photo deh tu mobil 🙂

20130924-061805 AM.jpgternyata oh ternyata, mobil mewah mewah berakhir di parkiran dan tanpa roda di bagian belakangnya.. hahhaha… Tapi keren loo, jarang ada di jakarta. Kalo di jakarta mungkin tinggal body doang…ckkkc…

20130924-061826 AM.jpg

Karena penasaran ama Mall orang Balikpapan, akhirnya saya masuk ke mall yang bernama e-walk. ternyata cukup ok untuk area sebesar balikpapan.

20130924-061819 AM.jpgAkhirnya setelah bercapai-capai bekerja seharian, kita kembali ke hotel yang telah kita book (hotel ibis). Hotel ini cukup ok kok, yaa 7.5 of 10 lah… Karena tinggal nyebrang udah ketemu pantai. Tapi tapi tapi… Pantai di sini cuma digunakan buat nongkrong di cafe nga bisa buat bermain.

20130924-061839 AM.jpgUntuk orang orang yang mengalami kelaparan, sekitar 50 meter dari hotel terdapat taman yang isinya jualan makan semua. Mulai dari Roti sampai makanan makanan berat. Tapi karena pengen cari yang khas, akhirnya kita mencari di tempat lain 🙂

20130924-061847 AM.jpg

Nama Taman yang biasa digunakan orang-orang balikpapan sekitar hotel ibis nongkrong. Tempat yang cukup strategis untuk ke mana pun…hehhe..20130924-061858 AM.jpgDi seberang taman, langsung bisa menuju ke arah pantai lhooo. Tempat penyeberangan juga keren dan rapi lo… (bagus and aman buat nyeberang lhoo…) hoohoho…. beda banget lah ama jakarta… masyarakatnya juga cukup ok kok (kalo ada yang nyebrang, pada ngerem semua)…

20130924-061908 AM.jpgSetelah sampai di pesisir pantai, ternyata ada bangunan keren bernama Aquariumn Selat Makassar. Saya penasaran, kenapa disebut selat makassar dan akhirnya iseng2 buka ternyata saya berada di samping selata makassar…ckckkckc…

20130924-061922 AM.jpgKarena kita berada di samping selat makassar makanya nga heran banyak yang jual coto makassar… akhirnya kita pun mencicipi coto makassar Haji Kasim. Harganya cukup murah kok… jadi kantong nga bakal jebol…hehhehe…. Rasa yaa begitulah… kita harus membumbui ulang lagi..

coto

Cukup sekian sharing aku dari Balikpapan #borneoceria

See u again 🙂