Wisata alam ke DIY (Yogyakarta) ala backpacker

Setelah vacuum hampir 3 bulan, akhirnya aku berkesempatan berjalan-jalan lagi… Kali ini aku akan mengexplore kota yogyakarta. Mungkin bagi sebagian orang Indonesia,khususnya Kota Semarang, Yogyakarta adalah kota yang sudah biasa untuk di explore. Tapi, kali ini aku dan beberapa teman (sebut saja namanya Bowo, Dito, Mba Inge, Angel, Kevin dan Ricky) berkesempatan untuk menikmati yogya dengan cara kita sendiri. Seperti apa? Sabaar yaaa…. baca aja artikel ini 😛

Yogyakarta adalah sebuah ibukota propinsi dari Daerah Istimewaan Yogyakarta. Yogyakarta memiliki satu bandara yaitu bandara adi sucipto yang terintegrasi dengan jalur kereta dan bus (trans joglo). Tanggal  29 Oktober 2015 yang lalu, kami bertujuh menggunakan pesawat airAsia berangkat pukul 06.00 dari Soekarno Hatta Airport menuju ke Adi Sucipto Airport. Kami hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam untuk menempuh perjalanan tersebut. Jam menunjukan pukul 07.00 WIB, kami memulai kegiatan exploring yogyakarta pertama kali dengan menggunakan tras yogya dengan membayar 3.600 per orang. Kami menggunakan route 3A (dari bandara ke condongcatur)–> 2A ( dari condongcatur ke terminal jombor)–> 2A (dari terminal jombor ke dekat hotel tenrem).
trans jogja bandaraSetelah tiba di hotel, kami menyimpan barang-barang kami dan menunggu motor sewaan. Dan touring kami dimulai.
maps perjalananMulai dari pusat Kota Yogyakarta (tepatnya Tugu Yogyakarta) kita bertuju menggunakan 4 motor memulai aktivitas  touring menuju Pantai Siung di kawasan Gunung Kidul. Kita memulai perjalanan pukul 09.30 WIB dengan jarak  perjalanan sejauh 80 km dan waktu selama kurang lebih 2 jam untuk mencapai tempat tersebut. Sebelum sampai, kita diwajibkan membayar biaya retribusi sebesar 5.000 per orang. Karena kami ber 7, jadi kami mengeluarkan uang sebanyak 35.000 untuk dapat menikmati 3 pantai sekaligus (Siung, Jogan dan nglambor). Tiba di pantai kurang lebih pukul 11.30 WIB, kami wajib memarkirkan kendaraan kami di tempat yang telah di sediakan (dan tentunya siap-siap untuk membayar biaya parkir tersebut).
IMG_4181Tanpa kami sadari, kami menghabiskan waktu kurang lebih  45 menit di pantai tersebut dengan terik matahari yang maksimal (jam 12 tepat gitu main dipantai =.=’ ). Dan kami terus bernarsis ria karena akhirnya kami dapat menikmati suasana yang benar-benar rileks.IMG_4224Setelah puas di pantai ini,kami melanjutkan perjalanan menuju pantai berikutnya yaitu pantai nglambor. Hanya di butuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mencapai pantai tersebut. Di pantai ini, wisatawan dapat bersnorkeling ria di bibir pantai dengan harga 35 ribu rupiah per orang. BTW, untuk mencapai pantai ini, diperlukan cukup kerja keras dalam mengendarai motor. Why? Karena jalan yang akan kita lewati ‘belum’ selesai di aspal. Jadi jangan heran kalau tetiba badan kita cukup pegal-pegal..hahahha…IMG_4318Pantai selanjutnya adalah pantai Jogan. Pantai ini memiliki fenomena yang menarik. Kenapa? karena di pantai ini, jika sedang mengalami pasang,  air laut akan nampak seperti air terjun yang mengalir ke laut. Namun karena saat kami datang adalah waktu surut, jadi kami tidak dapat melihat fenomena alam tersebut. Tapi alam selalu menawarkan pemandangan lain bagi orang yang sudah bekerja keras. Kita ber 7 berkesempatan main di bawah air terjun (pelataran pantai). Dan ternyata tidak kalah menariknya.
IMG_4344Kami dapat melihat batu-batu terjal yang ada di pantai ini dan akhirnya tetap… Narsis Mode ON.
IMG_4351Karena badan sudah mulai lelah dan belum makan siang, akhiirnya kami semua sepakat untuk mencari makan siang. Namun, kami hanya mendapat informasi dari kawan di jakarta yang berkata : “di salah satu pantai yang akan kalian kunjungi, ada tempat pelelangan ikan yang harganya murah banget dan rasanya enak”. Karena kami sudah cukup kelaparan, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan ke pantai drini dan pulang ke kota yogyakarta.

Sewaktu perjalanan, ternyata kami melihat warung yang menjual banyak gorengan. Akhirnya kita berhenti dan memakan banyak sekali gorengan… hahahha…sekali-sekali makan gorengan nga papa lah, mumpung gorengna cuma 500 rupiah..

Setelah cukup mengisi bahan bakar, akhirnya kita melanjutkan ke pantai drini dengan jarak kurang lebih 50km dari pantai jogan. Karena jalan yang kita lalui sungguh bagus (jakarta aja kalah bagusnya), jadi perjalanan 50km cuma ditempuh kurang lebih 30-40 menit.
Dan ternyata, perkataan teman terbukti, kami mendapati Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pantai ini dan kami dapat memesan untuk di masakkan.  Kami makan 7 ekor ikan kakap merah bakar (baru di tangkap) dan 1/2 ekor cumi goreng tepung plus nasi satu tempat dan air putih. Kami hanya mengeluarkan 100.000 rupiah. Luar biasa murah dan nikmatnya makan kita.

Setelah kenyang dan lelah, kami memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta dan beristirahat.

Demikian cerita kegilaan kami di kota gudeg… Mungkin bagi beberapa orang, hal ini kurang menarik. Tapi bagi kami, ini adalah cara lain untuk menikmati alam indonesia yang kaya akan keanekaragaman.
Thank You 🙂

Advertisements

Menaklukan Gunung Gede

Apa yang anda bayangkan saat muncul kata2 “gunung“?

20130422-202216.jpgPasti sebuah lokasi yang menjulang cukup tinggi dibandingkan daerah lain dan biasanya memiliki puncak.

Kalau kata “mendaki gunung“? Cape, lelah tapi mengasyikan.

Di sharing kali ini, aku akan bahas mengenai pahit dan manisnya naik gunung (red gunung gede).

Kami(13 orang ini) adalah orang-orang yang baru pertama kali (newbie) melakukan pendakian dan mencoba langsung untuk menaklukan Gunung Gede(2960 dpl). Kami start berangkat hari sabtu (20 april 2013) pukul 02.00 dari Ciawi, Jawa barat menuju cibodas (kaki gunung gede). Kurang lebih 1 jam perjalanan kita sampai ke tempat pemberhentian angkot. Kita semua berhenti untuk makan dan buang hajat terlebih dahulu sebelum masuk k pos pemeriksaan. Tips(sebisa mungkin makan dan buang hajat di tempat ini).

Kurang lbh jam 4.30 kita mulai berjalan ke pos pemeriksaan dan melakukan registrasi ulang peserta pendakian yang telah mendaftar sebelumnya. Tips (disini tempat terakhir sebelum pendakian yang dapat digunakan untuk buang hajat jadi di maksimalkan yeee…)

Jam 5 tepat kita mulai start mendaki menuju gunung gede. Di jalan menuju puncak banyak tantangan2 merintang mulai dari tanjakan bebatuan, tanjakan terjal, tebing air terjun panas, tanjankan setan dan mungkin kita sebut tanjakan iblis(ngaco aja ngasi namanya…hehehe)
Karena punya bukti photo yang terbatas, maka aku bahas pakai photo seadanya saja ya?

1. Photo photo disaat menuju persimpangan air terjun cibereum(kalo salah dimaafkan ya)20130422-204203.jpg20130422-204216.jpg20130422-204223.jpg20130422-204233.jpg20130422-204243.jpg20130422-204250.jpg

2. Setelah dari persimpangan, pahitnya tanjakan cibodas dimulai…
Tanjakan demi tanjakan terjal dan curam harus dilewati demi mencapai satu impian yaitu menaklukan sang Gunung tersebut20130423-063726.jpg20130423-063745.jpg20130423-063752.jpgEits tunggu dulu, itu belum seberapa dibandingkan yang ini (plus di PHP in ama pendaki lainnya, puncak 40 menit lagi padahal masih 3.5 jam lagi =.=’)20130423-063938.jpg20130423-063948.jpg20130423-063954.jpg20130423-064000.jpgAlhasil, kita semua dapat menyelesaikan misi awal kita yaitu mencapai puncak gunung gede pukul 15.30an.20130423-064335.jpg20130423-064344.jpg20130423-064354.jpg20130423-064404.jpg20130423-064414.jpg20130423-064421.jpg20130423-064426.jpg
Namun karena sudah menjelang sore dan bau belerang plus kabut mulai menghampiri kami maka kami harus cepat2 turun dan menuju surya kencana (camping ground). Di surken kita mendirikan tenda dan menjadi seperti pengungsi2. Sudah rahasia umum, sela sela tebaran edelweis di sini adalah tempat dimana para pendaki membuang hajat (baik kecil maupun besaaaar).20130423-064958.jpg20130423-064944.jpg20130423-065021.jpg20130423-065009.jpg20130423-065029.jpg20130423-065050.jpg20130423-065045.jpg20130423-065118.jpg20130423-065129.jpgDan akhirnya pagi hari jam 8.15 kita harus melanjutkan misi terakhir kita yaitu sampai di gunung putri (pos gpo -gede pangrango operatio). Estimasi 7 jam perjalanan dan karena kita terlalu bersemangat, jam 12.30 kita sudah sampai di pos tersebut dan akhirnya 20 menit sebelum tiba kita disambut oleh hujan.20130423-065651.jpg20130423-065700.jpg20130423-065707.jpg20130423-065714.jpg
Photo2 full team (William, Ivan, Alvin,Hendi, Davin, Martin, Hardono, Agung, Fahmi, Dewi, Inge, Septi dan saya sendiri):20130423-070416.jpg20130423-070424.jpg

Tips naik gunung gede secara keseluruhan:
1. Bawa cokelat yang banyak karena itu sumber energi instant.
2. Air putih yang cukup (jangan berlebih ato kekurangan)
3. Buang hajat selagi ada tempat dari pada ditengah pendakian terganggu karena mau buang hajat.
4. Bawa jas hujan dan jaket (selalu di tas yang kalian bawa – pengalaman pribadi : bawa jas hujan tapi nga bisa d pakai)
5. Usahakan saling back up teman teman lain.
6. Jangan mudah percaya ama orang2 yang barusan turun dari gunung dari pada sakit hati di PHP in… (Pengalaman pribadi juga… Hahahha)
Dan sisanya harus : 20130423-070916.jpg20130423-070940.jpg20130423-070947.jpg

Source Photo From : – My iPhone.
– Septi iPhone.
– Davin iPhone.
– Martin Cam.
– Alvin Cam.
– Inge Galaxy Note 2.
– dan kamera2 lainnya… 😛