Cara menghabiskan WeekEnd yang terbatas

Halo semua..
Akhirnya hari ini berkesempatan menikmati liburan weekend dengan cara yang berbeda.
Dimulai dari impulsif yang tinggi dari kami bertiga (Tyas, Dito dan tentunya aku sendiri), akhirnya diputuskan untuk menghabiskan weekEnd minggu ini dengan jalan-jalan ke Kota Bogor.
Mungkin bagi kebanyakan orang Jakarta, jalan-jalan ke Bogor adalah hal yang biasa.
Oleh karena itu, kita ingin mencoba dengan hal yang tidak biasa.
Bagaimana caranya?
Tentunya dengan ala backpacker yang budget nya terbatas.heheh…

Dimulai dengan berangkat menggunakan transportasi andalan Kota Jakarta, TransJakarta.
Kami hanya membutuhkan 3.500 dari area Kelapa Gading menuju Stasiun Juanda.Sebelum tiba ke Stasiun, kami membayangkan bahwa stasiun KRL merupakan stasiun kelas dua.
Dan pastinya, jauh dari kata layak.

Namun, bayangan kami langsung berubah setelah kami tiba di area pembelian tiket di pintu utara.
Kami diminta untuk membeli Tiket Harian BerJaminan (THB).
Tarif KRL Per 25 km adalah 2.000
Per 10 Km 1.000
Karena kami dari Jakarta-Bogor, Kami membutuhkan 5.000 per orang untuk sampai ke Stasiun Besar Bogor.
Namun, karena kami menggunakan Tiket Harian, kami harus menjaminkan 10.000 per tiket.
Mengapa? Karena kartu ini adalah kartu RFID yang cukup bagus dan orang cenderung untuk tidak mengembalikannya.
Jadi ada konsekuensi yang harus di tanggungΒ  jika kartu ini tidak di kembalikan.
Tapi kalau dikembalikan dengan syarat dan ketentuan, 10.000 uang kita akan dikembalikan kok πŸ™‚

IMG_0146Tiket Harian Berjaminan (THB)

IMG_0150Papan Petunjuk untuk Masuk ke Peron.

IMG_0142Petunjuk arah di Pintu Utara Lantai Dasar

IMG_0135Gate utama memasuki area peron

IMG_0136Petunjuk Peron 1 dan Peron 2

IMG_0138Akses Jalan menuju Peron 2

IMG_0143Tempat Menunggu Kereta di Peron 2

Perjalanan Menuju Bogor membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (tergantung lama kereta berhenti di setiap stasiun)

IMG_0144Indoor KRL Jakarta – Bogor

Kami berangkat dari Stasiun Juanda pukul 08.00 dan tiba di Stasiun Besar Bogor pukul 09.15.
Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Bogor πŸ˜›
Secara penampilan fisik, stasiun ini sangat modern namun masih ada bagian2 tertentu yang sedang diperbaiki.
Sehingga cukup mengganggu pengguna jasa kereta api dalam mengakses pintu masuk dan keluar.

IMG_0172Stasiun Besar Bogor

Tujuan Utama dan pertama di Kota Bogor adalah melakukan ibadah (Misa Hari Minggu) di Gereja Keuskupan Bogor.
Kami hanya membutuhkan waktu 10 menit (kurang) dari stasiun ke Gereja tersebut.
Untuk jadwal misa, dapat anda cari di website resmi Gereja Katedral.

IMG_0147Tujuan Utama di Bogor

Ternyata, gereja katedral ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan gereja katedral lainnya di Indonesia.
Gereja ini didominasi dengan warna putih dan berada di jantung kota bogor.
Hanya beberapa menit dari DPRD Kota Bogor, Istana Presiden Kota Bogor dan Kebun Raya Bogor.
Sehingga lalu lintas di depan gereja cukup padat.

IMG_0177Gereja Katedral Bogor

IMG_0155Indoor Gereja Katedral

IMG_0157
Photo Panoramic Gereja Katedral Bogor

IMG_0158
Main Gate Gereja Katedral

Setelah Ibadah Mingguan, kami melanjutkan wisata kuliner kami ke daerah Surya Kencana dengan menggunakan Angkutan Kota Nomor 02 (Warna Hijau). Dari depan Gereja Katedral menuju tempat tersebut hanya di perlukan 10-15 menit dengan biaya 4.000 per orang.
Setelah memasuki kawasan kuliner tersebut, kita disajikan beraneka ragam makanan. Bagi Non muslim, inilah surga makanan. Bagi yang muslim, harus cermat membaca apakah makanan tersebut Halal atau Haram.

IMG_0166Jajanan Pepes + Otak2 Surya Kencana

IMG_0165Soto Mie Agih -HARAM-

IMG_0167Soto Mie Khas SukaBumi

IMG_0160
Penampakan Soto Mie Agih

IMG_0173
Soto Mie Campur (Babat + Daging) Agih

Harga Soto Mie Campur Agih Rp 34.000 per porsi, sedangkan untuk Soto Mie Daging / Iga Rp 37.000 per porsi.

IMG_0174Nasi Campur Agih

Harga Nasi Campur Agih Rp 37.000 per porsi.

Setelah perut kenyang, kami memulai perjalanan menuju Kebun Raya Bogor (rencananya), namun dikarenakan perut kekenyangan kami mengurungkan niat berjalan kaki dar Surya Kencana menuju lokasi tersebut. Akhirnya, kami menggunakan angkutan kota dengan nomor trayek yang sama dengan sebelumnya yaitu 02 (Warna Hijau). Namun, kali ini kita membutuhkan extra waktu (kurang lebih 30 menit) di angkot dikarenakan kota bogor memiliki banyak sekali angkot yang sering ngetime di pinggir jalan =.=’ .
Tapi overall seru lah…
Nah, disini kita menghabiskan biaya yang lebih mahal dari sebelumnya.
Per orang wajib membayar 5.000.

Setelah itu, kami mengurungkan niat ke Kebun Raya Bogor dan memutuskan untuk berphoto-photo ria di Stasiun Besar Bogor dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Biaya yang kami keluarkan untuk perjalanan pulang sama dengan perjalanan berangkat, yaitu 5.000 untuk Kereta dan 3.500 untuk TransJakarta.

IMG_0171Selfi di depan Stasiun Besar Bogor

Total biaya jalan-jalan hari ini kurang dari 100.000 (tergantung dari apa yang kami makan selama di bogor).
Ternyata menikmati liburan bisa dengan cara-cara backpacker yang murah, mudah dan hemat.
Thank you buat liburan kali ini teman2… Mas Bene dan Mba Kecik…hahhaha…

Advertisements

4 thoughts on “Cara menghabiskan WeekEnd yang terbatas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s