Wisata Alam (Bali) Ala Backpackeur versi Ocep

Dear all,

Lama tak bersuara… Setelah sekian lama berkutat ama kesibukan, akhirnya aku dapat kesempatan buat berbagi cerita lagi. Kali ini, aku mau berbagi pengalamanku di Bali ala Backpackeur yang aku lakuin dari tanggal 13 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2015.

Bermulai dengan perjalanan menggunakan Bus DAMRI di tanggal 13 Agustus 2015 dari terminal Rawamangun pukul 17.30, aku melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Bermodal secarik kertas dari sang maskapai berwarna merah, akhirnya aku melanjutkan perjalanan ke Bali, Denpasar pukul 21.30 WIB. Setelah waktu boarding, akhirnya kita diperbolehkan masuk ke dalam pesawat tersebut dan bersiap untuk berangkat ke Bali… Horeeeeyyy… Time to Holiday 😁  Ga seru kalau ceritanya sampai Bali langsung di jemput orang trus masuk hotel. Aku dan teman seperjalanan (sebut saja Kevin) memutuskan untuk meyewa MOTOR untuk mengexplore pulau dewata dengan lebih detail. TAPI, motor baru bisa dikirim jam 5an waktu Bali di tanggal 14 Agustus 2015, sedangkan kita sampai pukul 01.00 waktu bali. Nah, sisa 4 jam mau ngapain coba? Alhasil, kita nongkrong 30-45 menit di indo*ar*t sambil minum kopi 😁.

Setelah badan agak segar, kita melanjutkan perjalanan ke McD Bandara I Gusti Ngurah Rai, konon katanya ada di dalam area bandara (menurut si mbah Google). Kita berjalan dari toko yang berada di area kedatangan domestik sampai ke keberangkatan international. Dan akhirnya, disimpulkan tidak ada alias data google salah πŸ˜‘ Kita bertanya” ama bli bli di sekitar bandara, mereka berkata: “McD tidak ada d sini… Adanya di Kuta” karena penasaran dan sudah janjian ama agan penyewa motor, akhirnya kita jalan kaki dari bandara ke kute yang notabene berjarak kurang lebih 2.5km. Kita menghabiskan waktu kurang lebih 30-45 menit untuk menuju lokasi. Setelah tina, kita langsung pesan makanan dan makan plus beristirahat terlebih dahulu sambil menunggu kiriman motor.   Setelah motor datang (kira-kira pukul 05.45) dan dikarenakan waktu check in pukul 14.00, kami memutuskan untuk langsung menuju Pantai Sanur. Kami hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit dari McD kuta untuk mencapai pantai tersebut. Dan akhirnya, kami tiba di dua pantai di Sanur. Horeee… Akhirnya ketemu pantai 😁   Kita akhirnya bermain sampai matahari sudah menunjukan giginya πŸ˜‚. Kira-kira pukul 07.30 kami memutuskan untuk ke Kuta dan menitipkan tas ransel bawaan kami ke pihak Hotel Berry. Perjalanan dari Sanur – Kuta membutuhkan waktu selama 30 menit. 

Setelah proses penitipan barang, kami berdua memutuskan untuk melanjutkan penjelajahan bali dimulai dengan sarapan babi πŸ˜†. Kata orang” babi guling Pak Malen salah satu babi yang terkenal. Akhirnya kita memberanikan diri untuk mencoba dan merasakan keenakan babi tersebut. Lokasi nga terlalu susah ditemukan. Search aja di google. Dan ternyata, babi ini layak mendapatkan predikat ENAK. Tapi harganya cukup mahal, Rp. 40.000
Setelah membabi buta makan babi guling, kami melanjutkan perjalanan menuju ujung selatan Bali yaitu Uluwatu.

Dimulai dari Tegal Wangi Beach, Balangan Beach dan Padang-Padang Beach. Lokasi pantai ini layak untuk dikunjungi karena jarang dikunjungi wisata baik lokal maupun mancanegara (kecuali padang-padang beach)

  Photo Pantai Tegal Wangi,Uluwatu, Bali dari samping Pura Segara  Pemandangan Pantai Tegal Wangi, Uluwatu,Bali dari bibir pantai.

  Photo Pantai Balangan,Uluwatu, Bali.   Photo Pantai Padang-Padang, Uluwatu, Bali

Pantai terakhir ini, wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan dibebani biaya masuk sebesar 2.000 rupiah.

Setelah puas dengan penandangan pantai di tanggal 14, kami melanjutkan ke Uluwatu Temple dan melihat pemandangan alam disekitar Pure. Biaya masuk motor hanya 1.000 rupiah.
 Di Pura ini,kita dapat menyaksikan pertunjukan traditional berupa tari kecak. Tetapi, kita harus merogoh kocek sebesar 100.000 per orang.

 Pertunjukan tari ini dimulai pukul 18.00. Durasi acara 1 jam. Jadi, bagi yang menggunakan motor jangan lupa untuk prepare menghadapi suasana jalan yang gelap gulita. 

Setelah selesai acara, kita kembali ke penginapan di kuta melewati tol khusus motor di atas laut. Tarif tol untuk motor sebesar 4.000 rupiah. Tapi ok juga, pegalaman berpacu di atas 80km/jam d atas laut jarang bisa di dapat di tempat lain. 

Oh ya, karena kita belum makan malam, akhirnya kita memutuskan makan Babi di Wahaha, kuta sebelum balik ke Hotel.  Tapi kalau mau menu andalan di resto ini, kita harus merogoh kocek cukup dalam sebesar 160.000 (exclude tax). Mahal tapi ok kok buat rasanya.

Nah… Akhirnya perjalanan tanggal 14 berakhir dan kita bersitirahat di penginapan.

Sabtu, 15 Agustus 2015
Diawali dengan kelaparan dipagi hari, akhirnya kita melancong makan pagi di denpasar, Bali. Kita mencari makanan khas di daerah itu. Finally, kita menemukan nasi babi guling sariastri di jalan Wr. Supratman nomor 75. 

  Untuk masalah harga, secara subjektif, kita lebih suka ini dibandingkan Pak Malen. Makanan ini hanya merogoh kocek sekitar 20.000. Dan rasanya, hmmm… Nyamiii banget πŸ‘πŸ»  

  
Setelah kenyang, kita melanjutkan perjalanan menuju Uluwatu. Di hari sabtu, jadwal kita relative lebih sedikit karena kita ingin lebih menikmati air di ujung selatannya bali 😁

Goes to Uluwatu Selatan… Objek pertama adalah pantai Green Bowl, Nyang-Nyang dan Finn Club.   Photo Pantai Green Bowl. Pantai ini memiliki keunggulan di sisi air. air lautnya benar” bersih dan turis lokal maupun mancanegara sangat jarang 😁. Cocok dengan pecinta private beach.

      Pencahayaan yang OK buat photo” ala ala pertapa😁    Photo Pantai Pandawa. Pantai pandawa ini mewajibkan turis untuk membayar tiket masuk sekitar 10.000 rupiah. Pantai ini sangat banyak d kunjungi oleh para turis lokal. Jadi, kalau mau private beach bukan ini yang dikunjungi bro bro. Tapi, kalau mau lebih seru, jalan ke arah berlawanan dengan parkiran Motor dan bus.  Sisi lain pantai pandawa. Ternyata spot ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan spot” lain di pantai ini.  Kita berdua berpikir, kenapa kok bisa banyak batu karang dipantai ini ya… Setelah kita pikir dan renungkan, ternyata hal ini dikarenakan posisi kita tidak di posisi semestinya kita berada. Hahahha… Kita ada di laut.IMG_2075-1Nah,setelah dari pantai pandawa, kita melanjutkan perjalanan kita menuju Pantai kedua, yaitu pantai Nyang-Nyang. Akses menuju pantai ini sangat membutuhkan kerja keras yang sangat besar dan niat yang setara. Why? Karena kita dituntut untuk dapat mengendarai motor secara profesional serta badan yang fit. Jalan menuju ke parkiran motor sangat hancur.Berikut merupakan salah satu contoh jalan yang kita lalui untuk menuju ke pantai.   Setelah itu, perjuangan belum usai. Kita membutuhkan kerja keras untuk menuruni anak tangga sebanyak 510. Dan akhirnya kita dapat melihat pantai nyang” yang tersohor akan keindahan pantai dan airnya. Disini sangat bagus dan private beach. Dijamin nga menyesal setelah sampai bawah. Tapi ingat, pulang, kita butuh tenaga extra buat naikin 510 anak tangga plus melewati jalan yang mantap sekali.   Setelah selesai, kita melanjutkan perjalanan menuju Finn Club. Disini kita dapat masuk ke private beach yang benar” premium. Tapi jangan ditanya berapa ribu tiket masuknya, karena kita dipaksa membayar 250.000 rupiah per orang untuk masuk k kawasan ini. Tapi kita mendapatkan free voucher sebesar 150.000 per orang. 

Pemandangan lumayan tapi dibandingkan dengan tiket masuknya, menurut kita kurang worthed sih.     

Setelah ke Finn Club, akhirnya kita melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan dan mencari makan malam di Kuta. Akhirnya kita menemukan Babi Depot Gimbo masakan khas NTT.

Kita melihat buku menu dan melihat harga makanan di depot ini sungguh termasuk budget kita. Rata-rata sekitar 30 -40 ribu rupiah. Rasa sangat cocok bagi kita orang Indonesia pada umumnya. Akhirnya kita memutuskan untuk memilih dua menu makanan,yaitu babi asap dan nasi goreng babi asap.   Photo masakan Babi asap ala depot Gimbo. Rasa maknyus. Harga 30.000 rupiah.

 Photo masakan Nasi Goreng Babi asap ala depot Gimbo. Rasa maknyus. Harga 35.000 rupiah.

Minggu, 16 Agustus 2015

Kita memutuskan untuk merayakan misa minggu di gereja tersohor di Denpasar. Apa itu? Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. 

 Pertama kali tiba, kita cuma dapat berkata WAW. Keren sekali…  

 Setelah memasuki gerejanya, kita tidak berhenti bahagia melihat pemandangan altar dan sekitarnya yang begitu keren dan sakral πŸ™‚

Thank for reading my blog ☺️ Semoga keindahan alam indonesia semakin keren dan mantap πŸ‘πŸ» #BanggaSamaIndonesia #RI70 #WisataAlamIndonesia #WisataBali

  
 
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s