Palembang… City of “cuko” food

Palembang, city of “cuko” food? What the hell??
Mungkin banyak orang yang bingung, apa itu “cuko”? “Cuko” adalah bahasa palembang untuk bahan makanan yang bernama cuka.
Orang di palembang sangat gemar makan makanan yang mengandung cuko. Cuko bisa diibaratkan seperti makanan manis yang ada di kota yogya πŸ™‚
Karena daerah Riau terkena musibah ASAP, akhirnya pesawatnya di delay 3.5 jam 😦
Perjalanan ke kota Cuko ditempuh kurang lebih 1 jam dengan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta.
20130720-203025.jpg
Gambar Pemandangan selama di pesawat.
Meskipun di delay, kita mendapatkan hadiah pemandangan yang cukup OK. 😁
Jadi sedih d delay masih bisa terobati.
Just saran: Jangan sekali kali naik pesawat di paling belakang, nga enak banget.
Pas take off maupun landing kerasa banget. =.=”
20130720-203037.jpg
Gambar Kumpulan awan yang menemani perjalan ke Palembang
Awan-awan yang menemani di jalan baguss ☺ ditambah cuaca yang cerah jadi semakin mantab.
Dan ditambah lagi, kaca pesawat yang cukup bersih untuk melihat awan sekitar.
20130720-203059.jpg
Gambar Papan Nama Sultan Mahmud Badaruddin II
Kesan pertama kali mendarat, wawww bandara ke 3 di sumatera (Pekanbaru dan Batam) yang saya kunjungi dan bandaranya lbh OK dari terminal 1&2 SoeHatta πŸ˜…
Kok bisa ya? Pusat negara malah kalah ama daerah lain?
Mari kita lihat penampakan di dalam gedungnya.
20130720-203129.jpg
Gambar Patung selamat datang
Setelah masuk gedung dan melangksh semakin dalam, kita akan disambut dengan Patung Selamat datang ☺
Patung ini cukup unik karena mirip hewan tapi berdiri layaknya manusia dan menggunskan baju adat orang Palembang πŸ™‚
20130720-203153.jpg
Gambar Papan Nama di AirPort Cuko City
Setelah puas melihat Patung itu, saya melihat ternyata papan “selamat datang” tidak di sisi luar saja. Di dalam gedung terdapat “welcome to”.. Dan cukup elegan dengan diposisikan di samping Patung tersebut 😁
Jadi lebih terkesan (di jakarta mana ada patung plus papan selamat datang dalam gedung πŸ˜…).
20130720-203211.jpg
Gambar Gulai Patin siap di santap
Karena nga bawa koper dkk yang perlu masuk bagasi pesawat,saya bisa dengan cepat keluar ke pintu kedatangan. Setelah itu langsung beranjak untuk mencoba kuliner di kota ini.
Pertama-tama, makan siang di Sri Melayu yaitu Gulai Patin dengan tata cara makanan padang. Pertama bingun, kok ikan patin dimasukin kedalam kompor kecil kecil.
Ternyata biar saat kita ambil kuah sendok demi sendok tetap terjamin kualitas panas nya πŸ™‚
Jadi semakin laziz. Patutlah dicoba.
Untuk urusan harga, ya begitu lah.
20130720-203219.jpg
Gambar Krupuk (kemplang) orang Palembang
Setelah puas menyantap gulai,dilanjutksn dengan ngemil krupuknya orang palembang.
Tapi kalau kemplang di toko toko pasti rasanya hampir mirip-mirip jadi diputuskan beli kemplang di pinggir jalan yang dijual olah penduduk lokal dengan cara di bakar terlebih dahulu.
Sensasi rasanya lebih yahud. Karena lebih besar dan tanpa bahan pengawet (cara tradisional)
20130720-203236.jpg
Gambar Gelora Sriwijaya
Setelah kita ngemil ngemil, mari kita lihat dan nikmati pemandangan di area gedung olahraga kebanggaan orang Palembang. Gelora Sriwijaya merupakan salah satu Gedung Olahraga yang beberapa tahun yang lalu digunakan untuk pertandingan SeaGames yang diadakan di Indonesia.
Jadi, gedung olah raga in benar benar menjadi magnet tersendiri bagi para backpacker seperti saya ini 😁
20130720-203322.jpg
Gambar Jakabaring Aquatic Stadium
Selain stadion sepak bola, disini jugs terdapat kolam renang yang jug digunakan untuk lomba sea games. Jadi, standart kolam renang disini adalah standart international.
Dan sebenarnya komplek ini hanya dibuka saat ada pertandingan saja, sisanya hanya untuk latihan para atlit lokal maupun nasional.
20130720-203306.jpg
Gambar Jakabaring Aquatic Stadium dari sisi penonton
Untuk dapat masuk ke area penonton, hanya dapat dilakukan dengan membayar saat adanya pertandingan. Namun kalau mau nekat seperti saya, masuk lah dari pintu pintu yang terbuka 😁
Semua itu boleh asal nga ketahuan (hushhh… Jangan ditiru ya).
Tapi sekali sekali bole lah. πŸ™‚
20130720-203314.jpg
Gambar Jakabaring Aquatic Stadium dari sisi juri
Melihat kolam renang dari dekat sungguh waww… Ternyata bangsa kita mampu buat looo…
Sekarang pertanyaannya, mampu jaga atau nga?
Kalau mampu, baru deh lebih membanggakan. Kalau nga?
Hehhe… No comment lah…
20130720-203334.jpg
Gambar Empek empek vico
Setelah berputar putar, saatnya makan makanan khasnya.
Dimulai dari Empek Empek Vico yang belum ada dua nya di Jakarta πŸ˜…
Rasa ikan tenggirinya,hmmmm…
Mak nyusss kata pak bondan.
Sayang kita nga bsa makan empek-empek ikan belida. 😭
Ikan ini udah mulai susah ditemukan.
20130720-204039.jpg
Gambar Warung Apung
Setelah makan empek-empek dan minum cukonya, kita jalan jalan ke daerah benteng kota palembang, disini adalah spot terbagus untuk mengabadikan jembatan ampera.
Sebelum tiba d spot terebut, kita akan melihat warung apung di sungai musi (konon ikan belida hanya dapat hidup disungai ini,tapi sungainya mulai tercemar 😦 )
20130720-204030.jpg
Gambar Jembatan Ampera warna Merah
Setelah tiba di spotnya, kita langsung menyiapkan kamera yang kita bawa masing masing dan mulai mengabadikan jembatan kebanggaan warga musi ini. Warna jembatan ini dapat berubah rubah setiap beberapa menit sekali.
Jadi, kalau iseng tungguin aja warnanya ampe muncul semua.., wkwkwk..
20130720-204050.jpg
Gambar Jembatan Ampera warna Pink
Karena penasaran,akhirnya saya dapat 2 warna: merah dan pink πŸ™‚
Sekali lagi merasa kagum ama kota ini, tapi pertanyaannya sama dengan stadion jakabaring. Mampukah warga disini untuk menjaganya?
20130720-204100.jpg
Gambar Lenggang Bakar
Setelah sibuk dengan photo photo, saatnya perut di top up dengan makanan khas lainnya.
Apakah itu? Lenggang bakar.
Loh, lenggang kan merupakan satu kesatuan dari empek-empek?
Yup, betul sekali. Tapi kalo lenggang bakar beda.
Lenggang ini di olesin dengan telur bebek dan dibakar diatas perapihan dan cara makannya di celup dengan cuko pastinya.
Ini dapat di cari di depan kantor walikota Palembang πŸ™‚
Gampang kok carinya, sebrangnya persis.
20130720-204110.jpg
Gambar Sebelum meninggalkan Cuko City
Setelah puas makan (aslinya belum, karena belum rasain empek-empek kulit, martabak har ama kue cane) kita memutuskan untuk kembali ke jakarta dan memulai aktivitas seperti semula.
20130720-204120.jpg
Gambar Patung SoeHatta di Jakarta
Setelah sampai di jakarta, akhirnya kita menemukan patung yang mengucapkan selamat datang ke kita meskipu. Itu tersembunyi. πŸ˜…

Advertisements

One thought on “Palembang… City of “cuko” food

  1. Pingback: iGeeks (-Alumni) | All about My Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s