Welcome to “Free Tax City”

Welcome to “Free Tax City”? Maksudnya?
Terkadang, kita yang sering tinggal di kota besar (khususnya Jakarta) sudah sangat familiar dengan ungkapan tersebut.
Lalu, kota apa yang mendapat predikat tersebut? Kota tersebut berada di Pulau Sumatera di sisi barat perbatasan dengan Negara Singa tersebut. Kota tersebut bernama Kota Batam.

20130625-203159.jpg
Gambar Papan Nama “Selamat Datang di BATAM” di depan Bandara International Hang Nadim, Batam.

Setelah kurang lebih 1 tahun yang lalu berkunjung ke kota ini, akhirnya kembali lagi dan mengexplore lebih dalam mengenai kota ini.
Kota ini merupakan kota yang tidak memiliki “Jati Diri” seperti layaknya sebuah kota di Negara Indonesia. Why? Karena kota ini berbatasan langsung dengan negara tetangga sehingga banyak warga negara tetangga yang menghabiskan week end mereka ke kota ini. Jadi, budaya lokal atau tradisi lokal hampir melebur bersama dengan budaya negara tetangga dimana banyak heineken bertebaran di food court kota ini. Contoh : A2 Food Court di dekat daerah Jodoh.

20130625-203210.jpg

Gambar Gong Gong yang sedang rapat di meja.

Karena sudah sampai batam, mari kita berwisata kuliner. Dimulai dengan Gong Gong (siput laut) yang merupakan makanan khas dari kota ini. Rasa cukup aneh bagi orang “Jawa”. Tapi masih masuk akal untuk di coba dan di rasakan. Range harga masih normal 20 -30 rb seporsi.
Next trip, kita mencicipi nasi lemak ala orang Batam di daerah Nagoya (Pusat Kota Batam). Rasa hampir sama dengan nasi uduk jakarta namun cukup masuk akal di bandignkan makan gong gong… hehhe…
Harga terbilang normal (kurang lebih 10rban)

20130625-203220.jpg
Gambar Nasi Lemak Batam

Lalu dilanjutkan dengan makan ota-ota (dalam bahasa orang “Jawa” disebut Otak Otak Tengiri).
Ota-ota ini hampir sama dengan Ota-ota yang ada di kota Pekan Baru. Dari rasa terbilang mirip. Cuma secara ukuran, ota-ota di Batam relatif lebih kecil (mungkin faktor pembuat, hehehhe…) Range harga sekitar 2-5 rb per buah.
Lanjut lagi dengan Soup Ikan khas Batam. Yang cukup terkenal ada di Yong Kee, Kepri Mall.
Rasa enak dan passsss banget di lidah kita namun soal harga yaaa ada harga yang harus dibayar untuk sesuatu yang ENAK.. πŸ˜›
Oh ya, FYI ota ota juga ada di Yong Kee looo.. Jadi nga usah jauh jauh carinyaa dan bisa dipanasin pulaa… hoohoh πŸ™‚

20130625-203229.jpg
Gambar Ota Ota saat dipanaskan.

20130625-203239.jpg
Gambar Resto “Yong Kee” di Kepri Mall, Batam.

Setelah wisata kuliner, kita harus memulai aktivitas lain.
Masa jauh-jauh sampe Batam cuma cari makanannya doang?
Kata beberapa orang, nga afdol kalo dah sampe Batam tapi nda photi photi di Jembatan Balerang karya Pemerintahan Bapak Habibie.
So, Kita meluncur ke jembatan tersebut di malam hari.
Berikut photi photinya πŸ˜›

20130625-203249.jpg
Gambar Jembatan Balerang dari sisi tengah.

20130625-203258.jpg
Gambar “Otorita Batam” di Jembatan Balerang.

20130625-203308.jpg
Gambar Pedagang Minuman di Jembatan Balerang.

Karena banyak yang bilang, sudah sampai Batam ya nyebrang aja ke Singapore. Sayang loooo… Ya udah, akhirnya kita nekat membuat rekor jalan2 lintas negara kurang dari 24 jam. (tepatnya berangkat jam 8 dan pulang dari Singapore jam 21.00) Karena kurang dari 24 jam, jadi kita nga perlu lapor RT dong (lu pikir di Indonesia =.=’) hahaha….
Kita berangkat dari BTC pukul 06.00 WIB dan kita membayar tiket PP seharga $17 dan Tax sebesar $5 untuk dari Batamnya dan Jika kita akan kembali ke Batam lagi, kita harus membayar $7 tanpa tiket lagi.
Oh ya, untuk di ingat, di dermaga kita tidak boleh photi photi loo…

20130625-204028.jpg

Gambar Tiket Ferry “Batam Fast”

Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 1 jam. Karena perbedaan waktu antara Indonesia dengan Singapore (selisih 1 Jam), maka kita sampai di dermaga jam 8.00 Waktu Singapore (07.00 WIB). Selama di perjalanan hingga waktu bersandar, sinyal operator indonesia (Indo*at, X*, Telko*sel) masih bisa digunakan lo…
Namun setelah kita menginjakan kaki di negara itu, sinyal banyak yang menghilang…hehhe..

20130625-204022.jpg
Gambar Kursi Penumpang “Batam Fast”

Setelah tiba, kita langsung bergegas keluar dari gedung “Harbour Front Center” dan menuju ke halte terdekat guna menuju ke Sentosa Island.
Disini terdapat beberapa alternatif transportasi yaitu MRT, Monorail (Train), Bus dan Taxi.
Untuk pengalaman dan perbandingan dengan Indonesia, kita harus mencoba semua agar tahu dan sadar akan perilaku yang lebih baik dalam menggunakan alat transportasi.

20130625-203701.jpg
Gambar Harbour Front Center.

Kita memulai perjalanan di daerah Sentosa Island di sekitar Universal Studio dan Patung Merlion.
Meskipun kita nga punya budget lebih untuk bermain, tapi kita akan mengexplore area ini semaksimal mungkin dengan budget seminimalisir.
Dimulai dari jalan kaki hingga memakai fasilitas gratis berupa monorail (train) ke Vivo Mall.

20130625-203716.jpg
Gambar Merlion miniatur di area Universal Studio.

20130625-203725.jpg
Gambar Welcome To Universal Studio.

20130625-203740.jpg

Gambar “Sang Pemikir” di area Sentosa Island.

20130625-203749.jpg
Gambar Merlion di area Sentosa Island.

20130625-203802.jpg
Gambar Anak Merlion sedang berjemur.

20130625-203819.jpg
Gambar Anjing yang sedang berjemur menikmati kebebasan di negara ini.

20130625-203829.jpg
Gambar Monorail (Train) di area Sentosa Island

20130625-203839.jpg
Gambar Pantai Palawan dari sudut kanan.

20130625-203845.jpg
Gambar Pantai Palawan dari sudur kiri.

20130625-203856.jpg
Gambar Miniatur Pantai di Vivo Mall.

Setelah dari Vivo Mall, kita langsung menggunakan MRT menuju area China Town. Disarankan, jika ternyata di dompet kita adanya Rupiah ya silahkan tukar di daerah sini..
Karena, harganya lebih masuk akal dibandingkan tempat lain. Tapi tetap harus compare ama yang lain ya. πŸ™‚

20130625-203910.jpg
Gambar Traffic di China Town.

Setelah dari China Town, kita lanjut ke Orchad Road.
Disarankan, jangan terbawa nafsu untuk berbelanja macem2…
Bisa menyesal uangnya abis..wkkwkw..

20130625-204003.jpg
Gambar Lalu lintas di Orchad Road.

20130625-204012.jpgGambar salah satu outlet di Orchad Road.

Lanjut ke Marina Bay, kita melihat Tempat main air di dalam Mall…
Woww, keren bener loo..
Serasa di pinggir sungai.. πŸ™‚

20130625-203921.jpg
Gambar Tempat Rekreasi anak di Marina Bay.

20130625-203928.jpg
Gambar Air Terjun di dalam Marina Bay.

Setelah itu, Lanjut ke Bugis Street. Pusat dimana banyak barang murah murah dan makanan murah.
Waktu untuk berfoya foya sebagai turis dengan budget nekakk…hhahah.. πŸ˜›

20130625-203935.jpg
Gambar Patung di Bugis Street.

Setelah dari Bugis, kita memutuskan untuk ke bandara dan beristirahat serta mengelilingi bandara.
Karena di bandara ada “Duty Free” yang barangnya aman dari beacukai Singapore dan Indonesia. Serta harganya nga terlalu beda..
Dan akhirnya kita pulang ke JKT dan kembali ke rumah masing-masing dengan kelelahan yang extra..
hahhaha…
tapi bangga, karena negara kita jauh lebih memiliki alam yang indah di banding negara tetangga.

20130625-204037.jpgGambar sesaat tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Advertisements

2 thoughts on “Welcome to “Free Tax City”

  1. Pingback: iGeeks (-Alumni) | All about My Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s